Sat Pol PP KSB – Bea Cukai Mulai Sosialisasi Barang Kena Cukai di Kalangan Aparatur

KabarNTB, Sumbawa Barat – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) C Sumbawa melaksanakan sosialisasi barang kena cukai.

Sosialisasi pertama dibuka Sekda KSB Amar Nurmansyah dan menyasar semua kecamatan se-KSB, beberapa waktu lalu.

Kasatpol PP KSB Agus Hadnan mengatakan, sosialisasi barang kena cukai menyasar seluruh lapisan masyarakat. Tujuannya agar masyarakat mengetahui dan menyadari tentang pentingnya peraturan barang kena cukai atau peredaran cukai ilegal.

Foto bersama para peserta usai kegiatan sosialisasi barang kena cukai yang dilaksanakan Sat Pol PP KSB dan KPPBC-TMP C Sumbawa

“Pendapatan negara dari cukai menjadi yang terbesar kedua setelah pajak. Nilai pendapatan dari cukai ini mencapai Rp 236 triliun. Ini adalah yang terbesar kedua. Pendapatan yang besar ini kemudian digunakan untuk membiayai pembangunan,’’ jelasnya, Senin 31 Mei 2023.

Agus Hadnan tidak menampik di lapangan peredaran rokok tanpa cukai atau rokok illegal ini cukup banyak. Pihaknya sudah mendata dan mencatat lokasi yang diduga sebagai tempat peredaran rokok illegal tersebut.

“Semua titik sudah terdeteksi. Setelah sosialisasi, kita akan segera mengambil tindakan dengan melibatkan Tim Pengawasan dan Penindakan dari Bea Cukai, Kepolisian dan TNI,” ungkapnya.

Sosialisasi terhadap barang kena cukai baru pertama kali dilaksanakan di lingkup Pemda Sumbawa Barat. Tujuannya agar ASN maupun aparatur lingkup Pemda menjadi corong pemerintah di tengah masyarakat.

“Sebagai aparatur, kita harap sosialisasi ini bisa dilanjutkan ke tengah masyarakat. Masyarakat menjadi paham, karena pada hakikatnya masyarakat KSB itu adalah masyarakat yang paham dan taat terhadap peraturan yang berlaku,” timpal Agus Hadnan, sembari mengingatkan agar aparatur tidak menjadi bagian dari pihak yang ikut mengedarkan dan menikmati keberadaan rokok ilegal.

“Jangan sampai aparatur yang kita harapkan menjadi corong kepada masyarakat malah ikut membeli rokok tanpa cukai. Ini salah juga,” jatanya.

Sementara dalam kegiatan sosialisasi, Sekda KSB Amar Nurmansyah kembali mengingatkan bahwa cukai merupakan salah satu sumber pendapatan bagi negara.

“Disisi lain, cukai ini juga menjadi pendapatan bagi sebagian oknum untuk mengambil keuntungan,” sindirnya.

Sekda menyebut ada banyak cara oknum-oknum pencari keuntungan itu menyiasati aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Terutama tentang cukai ini.

“Itu kenapa aparatur Pemda KSB kita minta berperan aktif mencegah peredaran cukai palsu dan rokok ilegal,’’ harapnya.

Sekda juga mengingatkan aparatur pemerintah harus mengetahui kriteria dan ciri-ciri dan apa saja barang kena cukai. Ini penting agar saat penindakan di lapangan aparatur sendiri memahami mana yang memang dilarang dan diperbolehkan aturan.

“Sosialisasi ini juga melibatkan pihak bea cukai Sumbawa. Tujuannya agar kita semua tahu kewenangan yang boleh diambil pemerintah dalam hal penertiban cukai illegal ini,” demikian Sekda.(EZ/*)

Komentar