Bupati KSB Ajak Seluruh Aparatur Perkuat Dedikasi dan Jaga Netralitas

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperkuat dedikasi dan loyalitas kepada atasan, serta menjaga netralitas atau tidak terlibat politik praktis.

“Dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam membangun daerah ini, jadi masing-masing harus mengambil peran sesuai kapasitas dan kewenangan. Hal itu sebagai bentuk dedikasi dan loyalitas selaku aparatur,” ujar bupati saat menjadi inspektur upacara di kegiatan apel syukur, Jumat 20 Oktober 2023.

Bupati KSB, HW Musyafirin didampingi Sekda H Amar Nurmansyah menyerahkan hadiah kepada siswa berprestasi di Apel Syukur

Dikesempatan itu H Firin sapaan akrab Bupati KSB juga mengingatkan, jika sekarang ini sudah berada pada penghujung tahun 2023, sementara masih banyak pekerjaan yang belum tuntas untuk diselesaikan, sehingga meminta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menindaklanjuti, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Pastikan semua pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan prinsip transparan dan akuntabel dan sedapat mungkin terhindar dari praktek – praktek yang bisa menyebabkan terjadinya persoalan hukum,” tegasnya.

H Firin juga menegaskan tentang netralitas bagi aparatur, karena memang saat ini sudah mulai menggeliat suasana politik atau dinamika politik di tengah masyarakat sudah mulai menghangat, karena memang mesin partai sudah bergerak terjun dalam masyarakat dengan menawarkan ide dan gagasan dalam membangun daerah, membangun bangsa dan negara.

“Semua itu adalah hal yang lumrah dan patut mendapat respon positif dari kita semua, karena itu merupakan salah satu cara dalam membangun demokrasi yang sehat, namun sebagai aparatur tidak boleh berpihak,” timpalnya.

“Sebagai masyarakat yang sadar akan pentingnya demokrasi yang sehat, kita semua tentu diharapkan lebih dewasa dalam mensikapi berbagai dinamika politik yang berkembang di dalam masyarakat. hindari perseteruan, perdebatan, dan konflik, meskipun kita berbeda. “Mari kita tetap bijak dalam menggunakan media sosial. Gunakan bahasa yang baik dan santun dan jangan menggunakan kata – kata yang dapat menyinggung perasaan, sehingga nantinya dapat menciptakan persoalan,” ungkapnya.

Bupati juga memberikan pesan khusus kepada semua aparatur, agar dapat menjadi contoh di tengah masyarakat. “Kita boleh berbeda pilihan, tetapi menjunjung tinggi netralitas adalah hal yang mutlak kita jaga, karena sebagai aparatur harus tetap profesional dalam bekerja dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa melihat latar belakang kelompok, golongan, maupun warna dan kita harus pastikan mereka semua mendapatkan pelayanan terbaik,” tandasnya.(*)

Komentar