Pasangan Rohmi – Firin Kompak Hadir di DPP PPP

KabarNTB, Jakarta – Pasangan Bakal Calon Gubernur – Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah – HW Musyafirin (Rohmi – Firin) semakin intens menjalin komunikasi dengan partai politik yang akan mengusung pasangan ini di Pilkada NTB, 27 Nopember mendatang.

Pada Rabu 23 Mei 2024, pasangan Rohmi – Firin tampil kompak saat mendatangi Kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Jakarta. Keduanya didampingi Ketua DPW PPP NTB, H Muzihir dan Hj Ermalena, Koordinator Wilayah PPP Nusa Tenggara, serta Ketua Iakatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) NTB, Hj Baiq Diah Ratu Ganefi.

Kekompakan Rohmi – Firin, dua figure yang menjadi refresentasi masyarakat Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa itu, sekaligus menjadi jawaban atas beragam spekulasi selama ini tentangn kepastian keduanya berpasangan di Pilkada NTB.

Pasangan bakal calon Gubernur – Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah – HW Musyafirin saat hadir di DPP PPP (foto: Istimewa)

“Kami hadir berdua di DPP PPP karena sebelumnya kami telah mendaftar sebagai pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTB. PPP hanya menerima pendaftaran bakal calon yang berpasangan,” ungkap Bakal calon wakil gubernur, HW Musyafirin (Haji Firin) kepada wartawan via sambungan telephon, Rabu sore.

DPP PPP, sambung Haji Firin, menyambut baik pasangan Rohmi – Firin. Bahkan dirinya optimis Partai Ka’bah itu akan masuk menjadi salah satu anggota koalisi parpol yang akan mengusung Rohmi – Firin di Pilkada NTB nanti.

“Bahkan menurut Ibu Ermalena (Koordinator Wilayah Nusra DPP PPP) pasangan ini tinggal diproses (sebagai ¬†pasangan calon yang akan diusung di Pilkada). Jadi DPW oke, jadi prinsipnya tidak ada masalah,” imbuhnya.

Selain bertemu dengan DPP PPP, pasangn Rohmi – Firin juga sedang intens menjali komunikasi dengan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Semua sedang berproses, tapi kecenderungannya ke kita (Rohmi – Firin),” pungkasnya.

Sebagai kader, Rohmi – Firin akan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Jika PPP dan PKB resmi bergabung dalam koalisi, maka dipastikan pasangan ini dapat dipastikan melampaui syarat minimal dukungan jumlah kursi Partai Politik di DPRD NTB dengan total jumlah dukungan sebanyak 20 kursi. Adapun rinciannya empat kursi PDIP, tiga kursi Perindo, tujuh kursi PPP dan enam kursi PKB.(EZ)

Komentar