Cerita Prof Din Syamsuddin, ‘Kyai’ Muhammadiyah Dukung Tokoh NU Jadi Pemimpin NTB

Prof Din Syamsuddin, secara terang terangan mendukung Dr HW Musyafirin (Haji Firin), sebagai refresentasi masyarakat Pulau Sumbawa untuk maju di Pilkada NTB Nopember mendatang berpasangan dengan Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah (Umi Rohmi).

Yang menarik, ternyata Prof Din Syamsuddin belum terlalu lama bertemu dan berinteraksi langsung dengan HW Musyafirin. Pertemuan perdana itu terjadi pada akhir 2023 lalu, di acara pengukuhan Pengurus Daerah Muhammadiyah Sumbawa Barat di Masjid Agung Darussalam, Kompleks Kemutar Telu Centre (KTC), Taliwang. Prof Din sebagai sesepuh Muhammadiyah diundang khusus untuk menyampaikan ceramah kebangsaan di acara tersebut.

“Kalau nama (Haji Firin) sudah lama saya dengar. Tapi ketemu langsung secara fisik baru saat itu. Saya kira orangnya tinggi besar, ‘karong’ (bahasa Sumbawa), ternyata (berperawakan) biasa saja. Tapi ide dan pemikirannya yang besar,” ucapnya sembari tertawa, dalam perbincangan usai acara Wisuda Santri Lulusan SMP dan SMA, Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, di Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, 28 Mei 2024 lalu.

“Saya juga ikut mengamati kiprahnya dalam memimpin KSB yang saya nilai sukses. Perkembangan KSB harus diakui pesat secara fisik infrastruktur dan juga non fisik, dari segi SDM. Di PMI Dea Malela banyak anak-anak KSB dan berprestasi,” bebernya.

Prof Din, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah (2005 – 2015), meski enggan dipanggil Kyai, saat ini lebih fokus mengelola PMI Dea Malela yang dibangunnya di daerah pegunungan di Desa Lenangguar Kabupaten Sumbawa.

PMI Dea Malela, berdiri diatas lahan sekitar 5 hektar dengan pemandangan perbukitan dan hutan yang indah, mulai menerima santri sejak tahun 2016. Bukan hanya dari seluruh Indonesia, Pesantren dengan kurikulum khusus untuk mencetak ilmuwan muda Islam itu, juga menjadi tujuan belajar sejumlah santri dari berbagai negara Asia dan Eropa, seperti Malaysia, Thailand, Myanmar, Rusia dan Kirgistan.

Pertemuan pertama dengan Haji Firin, meninggalkan kesan mendalam bagi Prof Din. Keduanya langsung ‘klik’. Sejak saat itu komunikasi berlangsung intens. Sebagai Bupati dan sahabat, Haji Firin selalu diundang di setiap kegiatan yang dilaksanakan PMI Dea Malela.

Bahkan di pertemuan pertama di Masjid Agung Darussalam itu, Prof Din langsung yakin Haji Firin bisa menjadi refresentasi masyarakat Pulau Sumbawa di kepemimpinan NTB.

“Di acara itu, Pak Amir Jawas, kawan di Ikasum Jaya (Ikatan Keluarga Sumbawa Jakarta Raya) sambil menunjuk Pak Firin, bilang “ini calon kita untuk NTB, realistisnya sebagai calon wakil Gubernur,” ungkapnya lagi.

Prof Din mengaku sepakat dengan Amir Jawas. Dari rekam jejak kepemimpinan di Sumbawa Barat, Ia melihat Haji Firin pantas menjadi refresentasi masyarakat Pulau Sumbawa dalam memimpin NTB.

Sebagai provinsi yang terdiri dari dua Pulau, Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Ia berpandangan bahwa kepemimpinan di Bumi Gora seyogyanya merupakan kolaborasi dari refresentasi masyarakat kedua pulau itu. Alasannya sederhana. Kesenjangan pembangunan antara kedua pulau, selama ini masih menjadi isu krusial yang mesti bisa dijawab oleh duet kepemimpinan NTB kedepan.

Tidak menunggu waktu lama, masih diacara yang sama, Prof Din langsung menghubungi Sekjend DPP PDIP, Hasto Kristiyanto via WA. Ia memang memiliki hubungan yang dekat dengan PDIP. Prof Din, bersama Almarhum Taufiq Kiemas (Suami Ketum PDIP, Megawati Soekarno Putri) terlibat langsung membangun Baitul Muslimin, salah satu badan otonom dibawah naungan DPP PDIP.

“Kepada kawan saya Mas Hasto saya bilang, saya lagi bersama.Doktor Musyafirin, Kader PDIP., saya sangat merekomendasi untuk NTB. Jawaban Mas Hasto positif,” katanya.

Prof Din menilai sosok Haji Firin sebagai figure yang unik. Sebagai kader PDI Perjuangan yang menjabat sebagai Ketua Bapilu DPD PDIP NTB, Bupati Sumbawa Barat dua periode itu juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Sumbawa Barat.

“Setahu saya mungkin hanya beliau di Indonesia yang menjabat sebagai Ketua NU sekaligus kader utama PDIP yang menjabat Ketua Bapilu. Meskipun NU dan PDIP sangat dekat,” katanya.

Dengan modal yang dimiliki itu, Prof Din semakin yakin bahwa Haji Firin potensial menjadi calon pemimpin NTB. Bukan hanya sebagai refresentasi Tau dan Tana’
Samawa, tetapi juga Pulau Sumbawa.

“Kesan saya dipartainya mantap. Di PDIP Sekjend sudah OK, kalau Sekjend sudah bicara ya selesai, karena yang punya akses langsung ke Ketua Umum ya Sekjend. Secara basic keaagamaan juga mantap, karena Pak Firin Ketua PC NU KSB, sekaligus Mubaligh,” urainya.

Ketika Haji Firin dipastikan akan berpasangan dengan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (Ummi Rohmi) di Pilkada NTB, Prof Din menyambut gembira. Apalagi Ia bersahabat dekat dengan TGH Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang – TGB). TGB yang menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nadlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PB NWDI), adalah adik kandung Ummi Rohmi.

Kepastian bersatunya Rohmi – Firin sebagai pasangan bakal calon Gubernur – Wakil Gubernur NTB disampaikan langsung Ummi Rohmi dalam video yang direlease pada akhir Mei lalu. Dalam Video tersebut Ummi Rohmi menegaskan bahwa dirinya telah memutuskan maju sebagai Calon Gubernur NTB berpasangam dengan HW Musyafirin, Bupati Sumbawa Barat dua periode.

Video dimaksud langsung viral di berbagai platform media sosial dan ditonton serta dibagikan jutaan kali oleh netizen.

“Saya langsung menelpon Ibu Rohmi dan mengirim pesan WA ke Beliau. Saya mengatakan kepada beliau, Ummi Rohmi saya mendukung sepenuhnya Ummi berpasangan dengan Bupati Sumbawa Barat, Doktor Musyafirin,” ungkapnya di hadapan relawan Rohmi Firin dari berbagai komponen, termasuk NWDI dalam kegiatan silaturahmi di Rumah Makan Goa, Sumbawa 29 Mei 2024.

Menurut Prof Din, pasangan Rohmi – Firin sangat pas untuk membangun Provinsi NTB yang kaya sumber daya alam..

“NTB daerah yang kaya raya. Namun IPM nya masih dibawah. Saya harap daerah kita bisa disentuh oleh kepemimpinan yang kuat,” harapnya.(*)

Komentar