Sumbawa Besar, KabarNTB
Seorang pria berinisial A (20) tewas setelah menjadi korban amukan massa di Desa Lamenta Kecamatan Empang pada Rabu (03/09) dini hari.
Korban menjadi sasaran main hakim sendiri setelah dituduh berulang kali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Kapolsek Empang AKP Nakmin menyampaikan korban sempat diamankan diamankan di rumah Kepala Dusun (Kadus) Lamenta Atas. Namun massa yang geram terus mengepung rumah Kadus.
Kapolsek Empang, bersama timnya segera tiba di lokasi setelah menerima laporan. Namun, proses evakuasi terkendala oleh konsentrasi massa yang tinggi. Ratusan warga yang memblokir jalan dengan batu dan kayu balok serta melakukan pelemparan membuat petugas tidak dapat mendekat. Bahkan, saat diupayakan mediasi dengan Kepala Desa, Kadus, dan tokoh masyarakat, mereka tidak berani menjamin keselamatan korban jika dievakuasi.
“Kami sudah berupaya maksimal untuk melakukan evakuasi, namun massa terlalu banyak dan tidak terkendali,” ujar AKP Nakmin. “Ini adalah tindakan yang sangat kami sesalkan. Main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dan merupakan pelanggaran hukum.”
Pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, korban A berusaha melarikan diri melalui jendela rumah Kadus. Hal ini memicu pengejaran spontan oleh massa. Meskipun petugas kepolisian berupaya menghalau, jumlah mereka yang terbatas membuat beberapa oknum berhasil menangkap dan melakukan pengeroyokan hingga korban tewas.
Saat Polsek Empang tiba di lokasi kejadian, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka parah di sekujur tubuh, termasuk luka terbuka dan memar di kepala, dahi, dan punggung, serta retak pada tulang tengkorak.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Puskesmas Empang. Pihak kepolisian berkoordinasi dengan keluarga korban untuk proses selanjutnya. Kapolsek Empang menyampaikan, “Kami akan mengusut tuntas kasus ini. Siapapun yang terlibat dalam pengeroyokan ini akan kami proses sesuai hukum yang berlaku. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terpancing emosi dan mempercayakan segala proses hukum kepada pihak kepolisian.” ujarnya.
Pihak kepolisian terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta keluarga korban untuk menjaga situasi agar tetap kondusif dan mencegah terjadinya konflik lebih lanjut. (JK)







