KabarNTB, Sumbawa Barat — Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus intens melaksanakan sosialisasi Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) kepada masyarakat.
Pada Kamis, 13 November 2025 giliran para peternak di Kecamatan Maluk yang menjadi sasaran sosialisasi yang dilaksanakan oleh Tim Puskeswannak setempat.
Sosialisasi yang dilaksanakan di Desa Benete itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para peternak, mengenai pencegahan dan penanganan penyakit menular seperti PMK, antraks, dan rabies.

Dalam acara tersebut, peserta diberikan pemaparan teknis, praktik identifikasi gejala awal, serta langkah biosekuriti untuk melindungi ternak.
Kegiatan berjalan aktif dan diharapkan mampu memperkuat ketahanan kesehatan hewan di wilayah Maluk dan sekitarnya.
Sebelumnya, Kadis Pertanian KSB, Jamilatun menyebutkan, sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai antara lain Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi, serta Antraks dan Septicaemia Epizootica (SE) yang kerap muncul saat perubahan cuaca.
Petugas lapangan dan dokter hewan pun telah dikerahkan untuk melakukan pemantauan kesehatan hewan, vaksinasi, dan sosialisasi kepada peternak.
“Musim peralihan biasanya memicu munculnya penyakit menular pada ternak. Karena itu, kami meminta peternak agar lebih waspada, menjaga kebersihan kandang, dan segera melapor jika ada gejala sakit pada hewan peliharaannya,” ujar Jamilatun, Jumat 24 Oktober 2025 lalu.(*)





