KabarNTB, Sumbawa Barat – Meski saat ini jumlah tenaga kearsipan bersertifikat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih sangat terbatas, namun daerah ini tetap berhasil menjadi Kabupaten terbaik dengan menempati peringkat 1 di Provinsi NTB dalam pengelolaan arsip.
“Alhamdulillah tahun ini Kabupaten Sumbawa Barat mendapat predikat memuaskan nomor satu di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nomor 85 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia dalam tata kelola kearsipan,” ungkap Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Sumbawa Barat, H Burhan Daeng Mangango, disela-sela kegiatan pemusnahan arsip di Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Rabu, 16 September 2026.
Haji Burhan menegaskan, pengelolaan arsip secara baik sesuai standar Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) di instansi pemerintah sangat penting.

Menurutnya, tata kelola arsip tidak hanya mencerminkan tata kelola administrasi yang baik di suatu instansi, tetapi juga menjadi bagian penting dari penilaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di suatu daerah.
“Semua kegiatan kearsipan baik yang manual maupun elektronik menjadi bagian penilaian pengawasan kearsipan yang menjadi tolak ukur peningkatan SPBE daerah,” tegasnya, sembari menambahkan bahwa pengawasan kearsipan internal yang menjadi tugas Arsiparis di masing-masing instansi juga menjadi poin penilaian untuk pengawasan eksternal.
“Di satu sisi, kita memang masih kekurangan tenaga kearsipan (Arsiparis) bersertifikat. Saat ini dari total sebanyak 109 orang tenaga fungsional Arsiparis di Sumbawa Barat, hanya dua orang yang bersertifikat,” ungkapnya.
Rata-rata Fungsional Arsiparis yang ada di KSB saat ini diadakan melalui jalur P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Kedepan Dinas Arpus akan mengupayakan penambahan Arsiparis bersertifikat untuk menunjang pengelolaan arsip sesuai standart di semua instansi pemerintah daerah.(*)



