KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah meminta camat mengawal pelaksanaan sosialisasi dan simulasi e-voting yang akan dilaksanakan di 21 desa pelaksana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, pekan depan .
“Pemerintah kecamatan harus memastikan masyarakat di setiap desa mengikuti kegiatan simulasi,sehingga pemilih memahami proses pemungutan suara sebelum hari pelaksanaan Pilkades,” tegas Bupati saat memberi pengarahan di Forum Yasinan Pemda KSB, Kamis malam 08 Oktober 2026.
Agar sosialisasi bisa benar-benar maksimal, Bupati juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk segera membuat video pendek yang memperagakan tata cara pemilihan menggunakan sistem e-voting. Video tersebut diharapkan dapat disebarluaskan secara masif kepada masyarakat melalui dukungan Agen Gotong Royong (AGR) sebagai bahan edukasi.

“Yang tidak kalah penting, seluruh pihak wajib menjaga netralitas selama tahapan Pilkades. Terutama kepada para Agen Gotong Royong agar tidak terlibat dalam dukungan terhadap calon kepala desa tertentu dan tetap menjalankan tugas sebagai bagian dari pemerintahan,” tegas Bupati mengingatkan.
Sementara itu, Kepala DPMD, H Abdul Hamid mengatakan, pihaknya menjadwalkan pelaksanaan sosialisasi dan simulasi pemungutan susara dengan e-voting untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak akan dilaksanakan pekan depan (mulai 12 Oktober).
“Perangkat pendukung pemungutan suara elektronik atau e-voting untuk Pilkades serentak 2026 dijadwalkan tiba pada, Sabtu 10 Oktober. Jadi pekan depan kegiatan sosialisasi dan simulasi langsung e-voting kepada masyarakat di 21 desa pelaksana Pilkades akan dilaksanakan,” ungkap Hamid.
Ia memaparkan, ada sebanyak 30 perangkat e-voting yang dikirim oleh PT Intens (mitra Pemda KSB) sedang dalam proses pengiiriman. Perangkat tersebut akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan pemilihan, termasuk di desa yang membutuhkan lebih dari satu bilik suara.
Setelah perangkat tiba, pihaknya menjadwalkan uji coba sistem di Desa Sermong, Taliwang. Selanjutnya, sosialisasi dan simulasi direncanakan berlangsung secara serentak di desa-desa penyelenggara Pilkades hingga 17 Oktober.
“Kegiatan ini tentu tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tata cara pemungutan suara menggunakan sistem elektronik,” kata Hamid.
Terkait pemilih, Abdul Hamid menyampaikan sebanyak 10 desa telah menyerahkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk dihubungkan dengan aplikasi pemilihan. Foto calon kepala desa juga disiapkan untuk dimasukkan ke dalam sistem. Tim teknis akan menangani sistem pemilihan setelah memperoleh sertifikasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
DPMD sambung Hamid juga telah berkoordinasi dengan PLN untuk membantu penyediaan genset di setiap tempat pemungutan suara (TPS) sebagai dukungan apabila pasokan listrik mengalami kendala.(*)



