KabarNTB, Sumbawa Barat — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpus) Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat peran dalam mendorong tertib pengelolaan arsip di lingkungan pemerintahan desa.
Upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan Ekspose Rekomendasi Kebijakan Pengelolaan Arsip Dinamis Pemerintahan Desa yang diselenggarakan Direktorat Kearsipan Daerah II, Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), melalui Zoom Meeting, Senin 12 Oktober 2026.
Keikutsertaan Dinas Arpus KSB dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap arah kebijakan kearsipan nasional, khususnya terkait pengelolaan arsip dinamis di tingkat pemerintahan desa.
“Sebagai perangkat daerah yang menangani urusan perpustakaan dan kearsipan, Dinas Arpus memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan kearsipan melalui pembinaan, sosialisasi kebijakan, serta penguatan kesadaran akan pentingnya pengelolaan arsip sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkap Kepala Dinas Arpus KSB, H Burhan Daeng Mangago di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, arsip dinamis merupakan dokumen yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pemerintahan sehari-hari. Di tingkat desa, arsip mencakup berbagai dokumen penting, mulai dari surat-menyurat, administrasi kependudukan, perencanaan pembangunan, pengelolaan keuangan, hingga dokumen pelayanan masyarakat.
Karena itu, pengelolaan arsip yang tertib membutuhkan pemahaman kebijakan dan penerapan tata kelola yang tepat. Dinas Arpus KSB diharapkan dapat terus mendorong pemerintah desa agar mampu mengelola dokumen secara sistematis, aman, autentik, dan mudah ditemukan kembali ketika diperlukan.
Upaya penguatan kearsipan tersebut juga berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Arsip yang dikelola dengan baik membantu mempercepat pencarian data, mendukung kelancaran administrasi, serta memberikan kepastian ketersediaan dokumen yang dibutuhkan masyarakat.
“Di sisi lain, tertib arsip menjadi landasan penting dalam mewujudkan pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel. Dokumen yang terpelihara dapat mendukung proses pengawasan, pertanggungjawaban pelaksanaan program, serta perlindungan hak-hak masyarakat,” imbu Haji Burhan.
Dinas Arpus KSB juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran bahwa arsip tidak hanya bernilai administratif, tetapi juga memiliki nilai sejarah. Arsip dinamis yang telah berakhir masa penggunaannya dapat dinilai dan diseleksi menjadi arsip statis apabila memenuhi persyaratan, sehingga informasi mengenai perjalanan pemerintahan dan perkembangan desa dapat terjaga sebagai bagian dari memori kolektif daerah.
Melalui kegiatan ekspose yang diselenggarakan ANRI tersebut, Dinas Arpus KSB diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan pembinaan kearsipan serta mendorong penerapan kebijakan pengelolaan arsip dinamis yang semakin baik di lingkungan pemerintahan desa.
Penguatan peran Dinas Arpus menjadi bagian penting dalam membangun budaya tertib arsip di Kabupaten Sumbawa Barat.
“Dengan pengelolaan kearsipan yang semakin baik, arsip diharapkan mampu menjadi fondasi administrasi pemerintahan yang profesional, mendukung pelayanan publik, serta menjaga informasi dan sejarah daerah bagi generasi mendatang,” demikian Haji Burhan.(*)
