Musim Kemarau Panjang :   Damkar Himbau Warga Waspadai Kebakaran ‎

Sumbawa Besar, KabarNTB

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran selama musim kemarau panjang. Imbauan ini menyusul dua insiden kebakaran rumah yang terjadi berturut-turut pada Kamis (15/10) dini hari.

‎Kebakaran pertama melanda Desa Kalabeso Kecamatan Buer pada pukul 00.45 WITA, yang langsung ditangani oleh Pos Damkar Zona Alas. Selang beberapa jam sekitar pukul 05.00 WITA, si jago merah menghanguskan satu unit rumah dan berdampak pada satu rumah lainnya di Dusun Perung Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes.

Komandan Peleton 1 Damkar Sumbawa, Lukman Hakim yang menangani kebakaran di Desa Petung menekankan pentingnya langkah pencegahan mandiri oleh warga untuk menekan risiko kebakaran.

Langkah antisipasi ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi cuaca musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama pada area bangunan rumah tinggal.

Pihak pemadam kebakaran menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam melakukan pencegahan mandiri di lingkungan masing-masing. Beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan antara lain memeriksa instalasi listrik secara berkala untuk menghindari korsleting, memastikan kompor dan gas dalam kondisi aman setelah digunakan, serta menghindari pembakaran sampah secara sembarangan yang dapat memicu perambatan api.

Selain langkah pencegahan, masyarakat juga diminta untuk tidak menunda waktu pelaporan apabila melihat atau mengetahui adanya indikasi kebakaran. Kecepatan laporan dari warga sangat menentukan respons tim pemadam di lapangan, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin demi meminimalisir kerugian materiil maupun korban jiwa.

Kesadaran dan kewaspadaan bersama menjadi kunci utama dalam menjaga lingkungan tetap aman selama musim kemarau ini. (IR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses