Pemdes Jotang Beru Tuntut Kontraktor Cetak Sawah 2017 Segera Perbaiki Jembatan Ambruk

KabarNTB, Sumbawa – Pemerintah Desa Jotang Beru, Kecamatan 27Tarano, Kabupaten Sumbawa menuntut PT Lombok Arya Guna Jaya (PTLAGJ) dan PT Gunung Iku (PTGI), kontraktor pelaksana proyek cetak sawah baru tahun 2017 untuk segera memperbaiki jembatan Kokar Kebo yang ambruk (rusak parah) akibat dilalui alat berat perusahaan itu.

Peristiwa ambruknya jembatan Kokar Kebo yang menjadi penghubung menuju Dusun Tero Desa Jotang Beru itu terjadi pada 27 September 2017 lalu. Penyebabnya adalah mobilisasi alat berat (eksavator) untuk kegiatan pencetakan sawah baru diwilayah Desa Jotang Beru.

Penjabat Kepala Desa Jotang Beru, Mukhlis S.Pd mengatakan, akibat robohnya jembatan tersebut akses dari dan menuju Dusun Tero putus total. Kondisi ini membuat aktifitas sosial ekonomi masyarakat menjadi sangat terganggu.

Kondisi jembatan penghubung Dusun Tero Desa Jotang Beru yang ambruk dan tidak bisa dilalui akibat dilalui alat berat kontraktor pelaksana cetak sawah baru tahun 2017

“Kami khawatir jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat (emergency) yang dialami masyarakat bisa terhambat karena akses yang sukit sehingga menimbulkan korban,” ujar Mukhlis, kepada KabarNTB, Rabu 21 Februari 2018.

Pemerintah desa dan masyarakat Dusun Tero, katanya, telah berupaya agar PT LAGJ dsn PTGI segera bertanggungjawab memperbaiki jembatan yang rusak itu. Bahkan sehari setelah kejadian, pemerintah desa telah memfasilitasi pertemuan pihak kontraktor yang diwakili pelaksana lapangan, Yahya dengan perwakilan masyarakat A Rahman M. Dalam pertemuan itu, disepakati secara tertulis bahwa kontraktor bersangkutan akan segera memperbaiki jembatan tersebut agar bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Akan tetapi PTLAGJ dsn PTIKU mangkir dari kesepakatan yang dibuat tanggal 28 september 2018 itu dan hingga hari ini jembatan dimaksud tidak kunjung diperbaiki,” ujar Mukhlis.

Pihaknya, kata Mukhlis, telah berupaya menghubungi kontraktor bersangkutan dan pihak Kodim 1607 Sumbawa sebagai leading sektor pelaksana program cetak sawah baru. Namun PTLAGJ dan PTGI berulang kali hanya berjanji tanpa ada realisasi di lapangan.

Mukhlis sangat menyayangkan sikap PTLAGJ dsn PTGI yang terkesan menghindar dari tanggungjawab. Karena kondisi ini telah menimbulkan kesulitan akses yang berlarut-larut bagi masyarakat.

“Masyarakat Dusun Tero juga menuntut PTLAGJ dsn PTGI untuk segera bertanggungjawab karena pentingnya keberadaan jembatan itu. Kami juga meminta pihak-pihak yang terkait dengan program cetak saaah baru untuk memberi perhatian serius terhadap masalah ini,” tandasnya.(EZ/By)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.