Memastikan Keberlanjutan, PTAMNT Terapkan Paradigma Baru Program Comdev

KabarNTB, Sumbawa Barat  – Mangement PT  Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) mengubah secara menyeluruh system penyaluran dan pelaksanaan program Community Development (Comdev – Program Pengembangan Masyarakat) yang menjadi kewajiban perusahaan itu terhadap masyarakat di daerah lokasi tambang.

Manager Comdev PTAMNT, Bambang Triharyono, mengatakan pola yang diterapkan dalam pelaksanaan program berubah total dari pola-pola yang diterapkan semasa PT  Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) masih menjadi operator  tambang Batu Hijau.

“Saat ini kita lebih focus pada pengembangan usaha masyarakat berbasis potensi sumber daya local agar memiliki nilai tambah lebih baik dengan pasar yang lebih luas. Salah satu prinsipnya adalah bisnis yang berkelanjutan dengan dampak ekonomi yang bisa dirasakan dalam waktu cepat oleh individu atau kelompok masyarakat penerima manfaat,” ujarnya dalam sosialisasi program Comdev PTAMNT Tahun 2018 kepada media massa di Benete, Rabu 7 Maret 2018.

Budidaya rumput laut yang menjadi salah satu program Comdev PTAMNT

Ia menyatakan, perubahan system penyaluran dan pelaksanaan itu merupakan bagian dari kebijakan menciptakan paradigma baru pada program Comdev yang disalurkan kepada masyarakat. Selama ini, menurutnya, program yang digelontornya cenderung tidak berkelanjutan dan hanya bersifat sporadik. Para penerima manfaat-pun terkadang hanya kelompok atau individu yang itu- itu saja.

Kondisi ini mengakibatkan pelaksanaan program menjadi tidak efektif dan tidak berkelanjutan, sehingga azas manfaat yang dirasakan masyarakat tidak berlangsung lama.  Karenanya dalam paradigma baru yang diterapkan saat ini, prinsip keberlanjutan menjadi salah satu hal utama yang ditetapkan.

“Kebijakan kita sekarang, comdev diprioritaskan untuk orang yang memang belum bekerja. Penerima manfaat juga hanya boleh satu kali menerima program.  Karena itu kita ada penandatanganan pakta integritas dan memastikan identitas kependudukan penerima manfaat,” sebutnya.

Bambang yang didampaingi Baiq Idayani, Superintendent Media Relations and Specialist Project dan sejumlah staff departemen comdev, mengatakan, untuk memastikan keberlanjutan ini dilaksanakan dengan  sejumlah strategi, mulai dari pemilihan komoditas berbasis potensi local yang bernilai ekonomis tinggi dan memiliki peluang pasar luas baik di skup local maupun nasional, operasi usaha yang berorientasi bussines scale profitable (menguntungkan secara  bisnis) pendampingan intensif dan yang paling penting adalah penetapan penerima manfaat atau kelompok sasaran yang tepat.

Selain pengembangan potensi lokal, peluang pasar juga menjadi salah satu pertimbangan pengalokasian program

Kalau dulu individu atau kelompok sasaran cukup hanya mengajukan proposal, sekarang mesti ada bussines plan (rencana usaha) yang diajukan dan mempresentasikan kepada tim, termasuk survey peluang dan potensi pasar dari produk yang akan diusahakan.

Pihak Comdev juga menggandeng pihak ketiga yang memiliki pengalaman, tekhnologi, management dan akses pasar untuk komoditas yang akan dikembangkan. Jadi ketika produksi jalan, sudah tidak ada masalah lagi dengan pemasaran.

“Bisnis plan ini akan menjadi dasar perhitungan nilai anggaran yang akan digelontorkan untuk penerima manfaat. Bisa jadi ada yang ditambah dari nilai yang diajukan, atau dikurangi, setelah kita mengkaji bisnis plan yang diajukan penerima manfaat,” katanya.

Untuk tahun 2018 ini, PT AMNT merencanakan program Comdev meliputi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, pengembagan industry kecil dan menengah (UKM) dan agribisnis. Sejauh ini program yang telah berjalan adalah program di bidang agribisnis meliputi budidaya rumput laut di Kertasari dan Sagena Kecamatan Poto Tano, peternakan ayam potong dan ayam petelur serta sejumlah usaha lainnya.

“Untuk program budidaya rumput laut, kita akan melaksanakan ekspor perdana pada Kamis 8 Maret 2018 (hari ini). Sementara sejumlah program lain masih dalam proses menuju realisasi. Program-program ini dilaksanakan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dengan usaha berkelanjutan,” demikian Bambang.(EZ/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses