KabarNTB, Lombok Timur – Jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok Timur tetap dibuka untuk menyambut perayaan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono, mengatakan pembukaan jakur pendakian itu dilakukan karena pada momentum hari kemerdekaan aktifitas pendakian Gunung Rinjani selalu padat.
Kendati demikian, Sudiyono menegaskan jalur pendakian tetap dibuka melalui empat jalur, namun secara terbatas.
“Terhitung mulai tanggal 14 Juni 2019, jalur pendakian ke Gunung Rinjani telah dibuka secara terbatas hanya sampai dengan pelawangan (Pelawangan Aik Berik, Sembalun, Senaru dan Timbanuh),” tuturnya, Ahad 28 Juli 2019.

Menurutnya, dari empat jalur pendakian tersebut telah ditetapkan jumlah pembatas pendaki harian atau kuotanya.
Pertama kata dia, untuk jalur pendakian Sembalun dan Senaru masing-masing ditetapkan 150 orang per hari. Sedangkan untuk jalur pendakian Aik Berik dan Timbanuh masing-masing 100 orang per hari.
“Ada pembatasan, dan kuotanya sudah ditetapkan dengan pertimbangan keamanan dan kenyamanan pendaki. Seperti dampak negative terhadap ekosistem serta daya dukung lingkungan/kawasan,” terangnya.
“Jadi tidak ada tambahan kuota pendakian. Untuk itu, kami minta kepada seluruh pendaki diwajibkan untuk mematuhi Standar Operasional Pendakian (SOP) Taman Nasional Gunung Rinjani,” imbuh Kepala BTNGR.
Selain itu, dikatakan Sudiyono, bahwa tahun ini pihaknya juga melakukan perbaikan manajemen pendakian. Yaitu dengan memberlakukan booking online via aplikasi eRinjani (Android dan Web) termasuk pembatasan jumlah pendaki harian.
“Apabila ada informasi yang kurang jelas dan membutuhkan informasi SOP Pendakian dan Data Kondisi Jalur Pendakian termasuk Manajemen Pendakian TNGR dapat menghubungi Call Center ke Nomor : 081 128 39 39 atau website :tngr.menlhk.go.id,” demikian Sudiyono.(VR)






