KabarNTB, Sumbawa Barat – Persoalan pembebasan lahan untuk lokasi pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian hasil tambang (Smelter) di Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat akhirnya tuntas.
Bupati KSB, HW Musyafirin, bersama Kapolres, Dandim, perwakilan PTAMNT , tokoh agama serta tokoh masyarakat se-KSB turun langsung menemui warga Dusun Otak Keris yang enggan melepas lahan untuk dibebaskan dan bernegosiasi langsung dengan mereka di gedung serba guna Maluk, Rabu sore 28 Agustus 2019.
Negosiasi tersebut sempat berjalan alot dan berlangsung selama berjam-jam karena beberapa warga pemilik lahan tetap bertahan dengan harga tinggi yang mereka inginkan.
Perwakilan Warga Otak Kris, Wagiman, akhirnya setuju melepas rumah dan lahan miliknya untuk pembangunan smelter dengan catatan, Bupati KSB, HW Musyafirin, memberikan jaminan bahwa harga pembebasan lahan dimaksud harus berdasarkan hitungan Tim Apparaisal dengan harga maksimal sesuai level lahan yang dimiliki.

Jaminan kedua yang diminta warga Otak Keris, Pemda menyiapkan lahan relokasi beserta rumah tipe 36. Dimana, warga tinggal terima beres alias tinggal menempati rumah. Dan yang ketiga, setiap rumah tangga yang lahannya masuk dalam lahan yang dibebaskan, diberi kesempatan kepada anaknya untuk dapat bekerja di perusahaan Smelter dengan jaminan dari Pemda Sumbawa Barat.
Bupati HW Musyafirin, dalam paparannya dihadapan 40 KK warga Otak Kris sebelum negosiasi, menyatakan pada dasarnya laporan dari tim pembebasan lahan berjalan sesuai aturan.
Ia menegaskan, yang menentukan nilai harga tanah berdasarkan tolak ukur adalah Tim Apraisal, secara independen. Bupati juga menegaskan bahwa Pemda tidak mempunyai niat untuk ‘bermain’ sehingga merugikan warga selaku pemilik lahan.
“Jangan sampai kita terprovokasi, seolah-olah tanah tersebut sangat murah harganya. Karena tim apriasal dalam menentukan harga menggunakan standar NJOP dan itu sudah ada hitungan kali baginya,” sebut Bupati.
Bupati atas nama Pemda Sumbawa Barat juga mengapresiasi peran para alim ulama dan tokoh masyarakat dalam memberikan pencerahan atas kehadiran smelter yang sangat berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Karena nantinya tanpa kehadiran smelter yang kita idam-idamkan, kedepan ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat akan jauh merosot dari daerah lain dan ini sangat berdampak luas akan kehidupan dasar masyarakat,”.
“Saya selaku Bupati bersama Kapolres, Dandim dan para Alim Ulama , berjuang meyakinkan warga pemilik lahan agar mau melepaskan lahannya untuk pembangunan smelter ini semata-mata untuk ibadah,” ungkap Bupati.
Dengan hadirnya smelter, sambungnya, akan diikuti dengan geliat pembangunan sektor lain. Ia menyebut perluasan bandara udara, juga munculnya industri turunan smelter seperti pabrik pupuk dan pabrik semen yang sangat berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat.
“Dan jelas lapangan pekerjaan akan terbuka sangat besar dan seluas luasnya bagi pembangunan masyarakat Sumbawa Barat. Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat atas kerjasama dan kesadarannya demi terwujudnya smelter di daerah ini,” pungkas Bupati.(EZ)






