Tim Kemenhub Nyatakan Pelabuhan Lalar Ideal untuk Dikembangkan

KabarNTB, Sumbawa Barat – Tim dari Kementerian Perhubungan menyatakan kawasan Pelabuhan Lalar, di Desa Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, ideal untuk dikembangkan.

Hal itu dikatakan Staff Ahli Menteri Perhubungan, Pranyoto, kepada wartawan di Masjid Agung Darussalam, KTC, usai meninjau langsung Pelabuhan Lalar bersama Tim Kemenhub bersama Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, Rabu 21 Agustus 2019.

Kedatangan Tim Kemenhub ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin bersama Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dengan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub di Jakarta pada pekan pertama Agustus lalu. Dalam pertemuan itu, Wabup Fud Syaifuddin menyampaikan usulan Pemda KSB untuk pemindahan fungsi Pelabuhan Benete dan pengembangan Pelabuhan Lalar

Pranyoto menjelaskan, kunjungannya untuk mengecek sejumlah pelabuhan laut Benete. Ia mengaku diperintah langsung oleh Pimpinannya di Kemenhub untuk meninjau Pelabuhan Lalar, berkaitan dengan usulan pemindahan fungsi pelabuhan Benete ke Pelabuhan yang berjarak sekitar 2 km dari Kota Taliwang itu.

Staff Ahli Menteri Perhubungan, Pranyoto bersama Bupati HW Musyafirin dan Wakil Bupati Fud Syaifuddin

“Kami sudah ke Pelabuhan Lalar tadi dan tempatnya memang ideal untuk nanti dikembangkan,” ungkap Pranyoto, didampingi Bupati HW Musyafirin dan Wakil Bupati Fud Syaifuddin.

Terkait pemindahan fungsi Pelabuhan Benete dan pengembangan Pelabuhan Lalar itu, Pranyoto menyatakan ada sejumlah persyaratan yang memang wajib dipenuhi sebagaimana ketentuan – ketentuan untuk pengoperasian dermaga.

“Kalau persyaratan yang namanya wajib itu, ya harus dipenuhi. Kalau tidak dipenuhi nanti akan bermasalah di kemudian hari, berkaitan dengan pelayanan, terutama kapal-kapal yang menggunakan aturan-aturan internasional. Jadi dia juga harus ada jaminan keselamatannya saat menggunakan pelabuhan yang akan dikembangkan ini,” urainya.

Ia mengakui untuk kapal – kapal berskala internasional, Pelabuhan Lalar masih membutuhkan sedikit pembenahan, termasuk kedalaman kolam tambat.

“Makanya nanti akan ditindaklanjuti. Memang kalau di hierarkinya sudah masuk dalam kriteria rencana untuk dikembangkan,” katanya menambahkan.

Soal waktu yang dibutuhkan untuk memulai proses pengembangan, ia menyatakan sekitar enam bulan hingga satu tahun.

“Tetapi kan ini ada tahapan-tahapan, dari pusat juga butuh waktu. Jadi ada standar waktunya,” pungkas Pranyoto.

Sementara itu, Bupati KSB, HW Musyafirin, menyambut baik hasil kunjungan tim Kemenhub. Ia menyatakan urusan tekhnis akan disesuaikan (agar memenuhi syarat), termasuk dokumen-dokumen yang dibutuhkan akan dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan Kemenhub.

“Kata ideal (menurut tim Kemenhub) dipegang aja. Yang penting lokasi itu (dermaga Lalar) sudah ideal dan Benete di satu sisi sangat sulit sekali untuk dikembangkan. Jadi nanti akan disesuaikan, fasilitas dan apa yang wajib kita siapkan,”.

“Kita mungkin nanti hanya sampai pada tahapan FS (feasibilitu study), DED (Detail engineering design), rencana induk. Jadi ini yang akan kita siapkan, karena itu akan menjadi aset milik kementerian. Setelah dewan dan masyarakat menyetujui bahwa aset kita ini akan kita hibahkan ke kementerian,” demikian HW Musyafirin.(EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses