KabarNTB, Mataram – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Lalu Gita Aryadi. Sedangkan Kabupaten Lombok Timur dan Kota Bima, kata dia adalah yang terendah.
“Kabupaten Sumbawa Barat yang tinggi. Bima dan Lombok Timur terendah,” ujarnya kepada media ini di Mataram.
Diungkapkan, salah satu faktor penyebab tingginya realisasi investasi di Sumbawa Barat lantaran adanya pertambangan. “Ya karena tambang itu. Kemudian kita nyebut bahwa ada pariwisata, maka itu tempatnya di Pulau Lombok,” kata pria yang akrab disapa Miq Gita ini.

Kendati demikian lanjutnya, seperti di Lombok Tengah yang memiliki potensi besar pada sektor pariwisata dinilainya belum signifikan dikembangkan.
“Tapi sekarang seperti di kota pembangunan hotel sudah mulai banyak. Kemudian Lombok Barat dan Lombok Utara, kedepan kiblatnya itu,” ungkap Gita.
“Jadi memang KSB (tinggi) karena tambangnya dan Lombok Tengah karena pariwisatanya,” tegasnya lagi.
Lebih lanjut dikatakan Miq Gita, meski Lombok Timur dan Bima paling rendah realisasi investasinya, tetap masih memiliki peluang.
Ditanya penyebab rendahnya realisasi investasi di kedua daerah tersebut, Gita menyatakan bahwa bisa jadi investor tertarik untuk berinvestasi. Hanya saja, ketertarikan itu belum direalisasikan.
“Bisa jadi investor tertarik, ijin sudah jadi, tapi investornya belum melakukan realisasi investasi,” pungkasnya.(VR)







