KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Sumbawa Barat untuk sementara menemukan sebanyak 2.000 lebih data ganda penerima bantuan iuran (PBI) kesehatan.
“Temuan tersebut adalah hasil singkronisasi data dengan BPJS. Data PBI pusat yang kami terima dari BPJS disingkronkan dengan data PBI Kabupaten. Hasilnya, untuk sementara terdapat dua ribuan data ganda,” ungkap Kepala Dinas Sosial KSB, dr Syaifuddin Naim, Rabu 4 September 2019 di Taliwang.
Menurutnya, hasil temuan data ganda tersebut masih bersifat sementara. Kemungkinan adanya penambahan bisa saja terjadi karena saat ini tim verifikasi masih bekerja melakukan penelusuran.

Syaifuddin menjelaskan, dari data yang diterima Disos, tercatat sekitar 51.000 PBI yang menjadi tanggungan pemerintah pusat. Sementara untuk Kabupaten tercatat sekitar 58.000 orang PBI yang menjadi tangungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat.
“Jika ada data ganda, maka data penerima di PBI Kabupaten akan dihapus. Kita tunggu verifikasi dan validasinya berapa total keseluruhan data ganda yang akan dihapus,” imbuhnya.
Dari sinkronisasi itu juga dikatahui bahwa data keselurahan peserta BPJS di Sumbawa Barat tercatat sebanyak 152.000 orang. Data tersebut sangat mengejutkan Pemerintah Daerah karena secara keseluruhan penduduk Sumbawa Barat hanya tercatatat sekitar 143.000 jiwa.
Atas adanya perbedaan data peserta BPJS dengan jumlah penduduk ini, sambung Syaifuddin, pihak BPJS beralasan bahwa cukup banyak karyawan perusahaan, khususnya yang bekerja di wilayah Lingkar Tambang Batu Hijau yang mempengaruhi data.
“Karena mereka juga mendaftar menggunakan alamat Sumbawa Barat. Alasan seperti itu yang kami terima dari BPJS,” tandasnya.(EZ)





