Program Vaksinasi di Sumbawa Dimulai

KabarNTB, Sumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa memulai program vaksinasi Covid-19 pada Selasa 02 Februari 2021. Kick of vaksinasi tersebut ditandai dengan pemberian vaksin kepada 15 orang dari unsur Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, berlangsung di Lobi Kantor Bupati Sumbawa.

“Hal ini dimaksudkan untuk memberi contoh dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac aman dan layak untuk diberikan kepada masyarakat di bulan-bulan mendatang,” ucap wakil bupati Sumbawa, H Mahmud Abdullah.

Ketua DPRD Sumbawa, A Rafiq, menjadi salah satu orang pertama yang menerima vaksi Coronavac di kabupaten Sumbawa yang menandai dimulainya program vaksinasi

Ia menjelaskan, salah satu strategi pemerintah Indonesia dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 adalah melalui vaksinansi. Di Kabupaten Sumbawa, sebanyak 267.671 orang dalam rentan usia 18-59 tahun direncanakan mengikuti vaksinasi Covid-19 yang akan dilaksanakan bertahap mulai 02 Februari hingga bulan Mei mendatang.

“Sebanyak 3.160 orang tenaga kesehatan di semua fasilitas kesehatan akan divaksin terlebih dahulu pada bulan Februari ini. Selanjutnya pada bulan Maret hingga April, vaksin akan diberikan kepada anggota TNI, Polri, Satpol PP, Satuan Pemadam Kebakaran, dan aparatur yang bekerja langsung dalam layanan publik lainnya. Sedangkan populasi masyarakat umum akan divaksin pada bulan mei mendatang,” jelasnya.

Vaksinasi, lanjutnya, akan diberikan sebanyak 2 kali dengan durasi pemberian vaksin kedua adalah 14 hari dari pemberian vaksin pertama. Wabup mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menyukseskan pelaksanaan vaksinasi ini.

Sementara itu, menanggapi maraknya informasi-informasi miring tentang vaksin covid-19 yang berpotensi menggagalkan program vaksinasi covid-19 ini, Ia meminta semua komponen pemerintahan yang terlibat dalam penanggulangan covid-19 untuk menangkal informasi miring tersebut dengan melakukan sosialisasi vaksinasi covid-19 ini secara massif melalui berbagai saluran komunikasi.

“Sosialisasi perlu digencarkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kelayakan penggunaan vaksin produksi Sinovac ini berdasarkan fatwa MUI dan ijin dari BPOM. “MUI telah mengeluarkan fatwa suci dan halal untuk vaksin sinovac, BPOM-pun juga sudah mengeluarkan ijin penggunaan vaksin sinovac untuk pelaksanaan vaksinasi covid-19 ini,” tutupnya.(JK)

Komentar