Bupati KSB : Bandara Poto Tano Tidak Akan Dibangun dengan Uang Daerah!

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin meminta semua pihak untuk tidak lagi memperdebatkan soal urgensi atau untung rugi pembangunan Bandar Udara (Bandara) yang berlokasi di Desa Kiantar Kecamatan Poto Tano.

Bupati menegaskan, pembangunan dan lokasi pembangunan Bandara dimaksud, bukan baru direncanakan, tetapi sejak tahun 2007 talah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sumbawa Barat.

Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin

“Dokumen ruangnya itu sudah jadi Perda. Jadi bukan saatnya lagi kita debat tolak menolak, karena itu sudah selesai. Sudah sosialisasi dan sudah diputuskan bahwa Bandara lokasinya disitu (Desa Kiantar). Jadi kalau kita berdebat lagi, itu sama dengan kita berfikir mundur,” ujar Bupati Haji Musyafirin di Masjid Agung Darussalam, Taliwang, Senin 17 Mei 2021.

Bupati juga menjelaskan, bahwa dokumen perencanaan, peluang, potensi dan hal-hal lainnya menyangkut pemanfaatan tata ruang sudah diumumkan dan dipromosikan melalui website resmi Pemda KSB. Namun blbih dari 15 tahun sejak Perda ditetapkan tidak ada investor yang berminat.

“Baru sekarang ada investor tertarik dan bersedia invetasi. Ini kan peluang, karena mereka datang bawa uang. Jadi ada persepsi yang perlu diluruskan, dikira (pembangunan Bandara) akan menggunakan uang negara atau daerah, tidak benar. Pemerintah tentu berkewajiban memfasilitasi, tetapi pembangunannya full akan didanai oleh investor,” sebutnya.

menyangkut urgensi pembangunan Bandara dimaksud, Haji Firin menyatakan bahwa sebelum memutuskan masuk untuk berinvestasi membangun Bandara tersebut, Investor sebelumnya telah bekerjasama dengan Institute Tekhnologi Bandung (ITB) dalam melakukan kajian dan menyusun feasibility study.

“Jadi mereka sudah menghitung. Siapa yang mau datang, bagaimana datang, bagaimana potensi KSB dengan industri turunan, dengan pariwisatanya, kan sudah dihitung semua,” timpalnya.

Soal adanya suara – suara penolakan, Bupati menyatakan itu hal yang wajar sebagai dinamika. Ia melihat munculnya suara penolakan itu lebih disebabkan karena belum paham. Karena itu, Pemda, kata Bupati melibatkan para tokoh dan pihak terkait untuk memberikan pemahaman.

“Saya sudah berkeliling ke para tokoh masyarakat, ulama, termasuk Buya (KH Zulkifli Muhadli) untuk menyampaikan rencana pembangunan tersebut, termasuk meminta bantuan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, semua kita libatkan. Tidak ada kerugian dengan pembangunan Bandara ini,” ucapnya.

Ia menegaskan, KSB memiliki potensi sumber daya alam, terutama pariwisata yang sangat menjanjikan. Salah satu cara agar potensi tersebut bisa dikembangkan adalah dengan membuka jalur transportasi untuk memudahkan arus orang dan barang untuk datang ke daerah ini.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.