Antisipasi Covid-19, Pemda KSB Persiapkan Matang Rencana Kedatangan Ustad Abdul Somad

KabarNTB, Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mempersiapkan dengan matang rencana kedatangan pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) pada 12 Juli 2021 mendatang, termasuk dengan melaksanakan langkah antisipasi penyebaran Covid19 saat masyarakat berkumpul mendengarkan ceramah ustad asal Riau tersebut.

Ustad Abdul Somad

“Termasuk rencana kedatangan UAS (Ustadz Abdul Somad). Kami memang belum mendapatkan konfirmasi apakah jadi datang tanggal 12 atau tidak. Kalau beliau jadi datang, tentu kita harus antisipasi bagaimana protokol kesehatan, dimana lokasinya, jam berapa, ini juga sudah kita antisipasi, karena masyarakat dari berbagai penjuru jelas akan datang mendengar ceramah beliau,” jelas Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin, usai memimpin rapat Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kompleks Kemutar Telu Centre Taluwang, Senin siang 5 Juli 2021.

Bupati HW Musyafirin mengakui, tingkat penyebaran dan jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat relatif lebih rendah dibandingkan daerah lain di NTB. Baik secara global, nasional, provinsi maupun kabupaten/kota lainnya penanganan Covid-19 di KSB lebih baik, Saat ini, KSB berada di zona kuning Covid-19. Angka kesembuhan, kematian, jumlah terjangkit dan indikator-indikator lain per 3 Juli 2021, di KSB lebih baik. Kondisi ini, kata Bupati, mesti dipertahankan.

“99 persen desa di KSB di zona hijau, hanya 1 persen yang zona kuning. Hanya ada beberapa desa di Kecamatan Poto Tano dan Taliwang yang masih ada kasus positif. Tetapi kita tetap harus waspada dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa menyebabkan lonjakan kasus, termasuk membatasi kegiatan yang mengundang kerumunan,” imbuhnya.

Dalam Rapat pembahasan PPKM, Pemda Pemda KSB juga membahas rencana pemberlakuan belajar tatap muka disekolah-sekolah yang akan dimulai 12 Juli mendatang, persiapan pelaksanaan sholat idul Adha pada 20 juli mendatang dan menetapkan pembatasan kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang dalam jumlah banyak, termasuk penyelenggaraan event olahraga.

“Misalnya pertandingan sepak bola yang dilaksanakan di desa – desa dan mengundang klub-klub dari luar, untuk sementara ini kita tidak ijinkan, kita batasi. Jadi meski kita belum darurat, tetapi PPKM skala mikro di beberapa desa yang masih ada kasus telah berlaku,” ucap Bupati.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.