Kasus Gigitan Anjing Diduga Rabies di KSB Semakin Mengkhawatirkan

KabarNTB, Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat nampaknya mesti segera mengambil langkah – langkah luarbiasa untuk menekan jumlah kasus gigitan anjing diduga rabies yang terus bertambah setiap hari dengan wilayah sebaran yang terus meluas.

Ketua Komisi II DPRD KSB, Aheruddin Sidik, menyatakan kondisi saat ini sudah masuk level mengkhawatirkan.

Data sebaran kasus gigitan anjing diduga rabies di KSB per hari Senin 11 April 2022 pukul 18.00 Wita (sumber : Dinas Pertanian KSB)

“Kami menyambut baik penetapan status KLB (kejadian luar biasa) rabies oleh Pemda begitu kasus pertama terjadi. Tetapi dengan trend penambahan dan wilayah sebaran kasus gigitan yang terus meluas, kami kira harus ada upaya luarbiasa yang dilaksanakan untuk memutus mata rantai penyebaran,” ujar Aheruddin Sidik kepada KabarNTB, Senin malam (11/4).

Aher juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran. “Upaya menggugah kesadaran masyarakat dengan sosialisasi tentang rabies perlu dilaksanakan lebih intensif. Bukan cuma oleh Kasira (Kader Siaga Rabies), tapi semua komponen mesti bergerak kompak,” imbuh Aher.

Berdasarkan data Dinas Pertanian KSB per hari Senin 11 April 2022 pukul 18.00 Wita, total jumlah kasus gigitan sebanyak 63 kasus, karena terjadi penambahan 3 kasus baru.

“Tiga kasus gigitan baru terjadi hari ini, 1 kasus Desa Labuhan Lalar Kecamatan Taliwang, 1 kasus di Desa Seminar Salit Kecamatan Brang Rea dan 1 kasus di Desa Talonang Kecamatan Sekongkang,” sebut Kadis Pertanian KSB, Suhadi, Senin malam.

Jumlah gigitan terbanyak terjadi di Kecamatan Taliwang dengan 31 kasus, disusul Kecamatan Brang Rea dan Brang Ene masing-masing 6 kasus, Kecamatan Jereweh 5 kasus, Kecamatan Poto Tano 4 kasus, Kecamatan Maluk dan Sekongkang masing-masing 3 kasus dan Kecamatan Seteluk 2 kasus.

Sementara capaian vaksinasi sampai hari ini sebanyak 1.449 Hewan Pembawa Rabies (HPR), dimana 750 ekor diantaranya adalah populasi anjing berpemilik.

Kegiatan vaksinasi, kata Suhadi, akan terus dilaksanakan untuk memutus mata rantai penyebaran rabies di KSB.(EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses