KabarNTB, Sumbawa – Ratusan petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa diterjunkan untuk berpatroli mendatangi pedagang dan pemilik hewan kurban.
Tujuannya untuk memastikan hewan-hewan kurban itu bebas penyakit menular. “Kurang lebih 200 petugas kami turunkan,” kata Kepala Dinas Nakeswan, Junaidy yang ditemui KabarNTB.

Pengecekan kesehatan hewan kurban tersebut lanjut Junaidy berlangsung diseluruh kecamatan. Sasaran pengecekan tidak hanya pada stok hewan kurban milik pedagang, tapi juga pada hewan kurban milik warga.
Pengecekan kesehatan hewan itu tandas Junaidy tidak hanya menjelang hari raya Idul Adha, tapi juga berlangsung setelah hari raya.
Sepanjang pengecekan berlangsung lanjut Junaidy, tidak ditemukan hewan kurban yang sakit. “Alhamdulillah, belum ada yang sakit. Ternak yang sehat diberi tanda,” akunya.
Dari pantauan KabarNTB.Com distokis pedagang, hewan kurban yang sehat diberi tanda segat berupa kalung. “Sudah dicek sama petugas. Semuanya sehat,” kata Cak Imin, pemilik stokis hewan kurban di Jalan Garuda.
Cak Imin menjual hewan kurbannya sesuai ukuran. Paling murah Rp 2 juta dan termahal Rp 5 juta.(IR)






