KabarNTB, Sumbawa – Pansus DPRD Kabupaten Sumbawa mendesak pemerintah daerah memberi prioritas untuk merevitalisasi UPT Loka Latihan Kerja (LLK).
Pansus menilai kondisi peralatan dan prasarananya sudah rusak dan membutuhkan pengadaan yang baru. “Instruktur dan asesor juga perlu dipenuhi,” ungkap Ketua Pansus, Ahmad Fahri SE.

Dikatakannya, kegiatan kursus atau latihan kerja di UPT ULK dilaksanakan berdasarkan kompetensi dan bursa kerja yang dibutuhkan langsung oleh perusahaan.
Plt UPTD LLK Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, Muhammad Yakub SE yang dihubungi KabarNTB menjelaskan prasarana yang prioritas direvitalisasi adalah workshop dan kantor.
Sejak dibangun tahun 1986 kata Yakub, prasarana tersebut tidak pernah direhab.
“Kondisinya banyak yang sudah keropos,” papar Yakub.
Selain prasarana lanjut Yakub, peralatan praktek juga sudah banyak yang usang hingga perlu dilakukan pengadaan baru. Menjawab kesediaan asesor dan instruktur, Yakub menjelaskan tersedia sebanyak 6 orang yang semuanya berstatus PNS.
Selain itu juga ada seorang instruktur PNS yang kini tengah mengikuti pelatihan pendidikan dasar instruktur di Kabupaten Serang, Banten.
“Kami juga mengusulkan ke Kemenaker pelatihan dasar tiga orang instruktur hasil rekrutmen CPNS tahun lalu. Kalau semua ini terlaksana, kita akan punya 10 orang instruktur,” tandasnya.
Latih Naker Perusahaan Tambang
Meski fasilitas dan sarananya terbatas, UPTD ULK Sumbawa telah dipercaya melatih karyawan perusahaan tambang. Diantaranya tahun 1996 melatih 64 operator alat berat untuk PT Newmont Nusa Tenggara. Terakhir tahun 2020 lalu melatih welder dari PT Sumbawa Timur Mining sebanyak 64 orang.
“Instruktur kami memiliki sertifikat BNSP untuk Las SMAW 3G dan 6 G. Kami juga kompeten untuk pelatihan listrik rumah sederhana dan listrik otomasi industri,” papar Yakub.(IR)





