Tangani PMK, Disnakeswan Sumbawa ‘Disuntik” DAK Rp 10,6 M

KabarNTB, Sumbawa – Untuk menangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa mendapat suntikan dana sebesar Rp 10,651 miliar.
Suntikan dana itu berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kepala Disnakeswan, H Junaidy SPt yang ditemui KabarNTB mengatakan salah satu peruntukan dana tersebut untuk pengadaan kendaraan operasional roda dua sebanyak 28 unit.

Kendaraan jenis trail adventure itu diserahkan penggunaannya Jumat (23/09) oleh Wakil Bupati Sumbawa, Hj Dewi Noviany MPd kepada petugas lapangan penanganan PMK.

Selain untuk kenadaraan operasional lanjut Junaidy, DAK tersebut juga dialokasikan untuk rehab berat 10 unit pos kesehatan hewan (Poskeswan) beserta pengadEaan peralatan operasionalnya.

“Peralatan Poskeswan kita siapkan. Mulai dari timbangan ternak, pita ukur termasuk meja dan peralatan operasi,” papar Junaidy.

Selain dari DAK, pihaknya sambung Junaidy juga mendapat suntikan dari APBD 2022 melalui pos anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 341 juta.

Alokasi dananya untuk pengadaan obat obatan dan vitamin serta mendukung operasional petugas dilapangan.

“Insentif yang diterima petugas dilapangan tidak besar, hanya Rp 10 ribu per ekor meski petugas kami mengunjungi ternak yang sakit tersebut lebih dari 2 bahkan 3 kali,” tandasnya.

Selain insentif kunjungan, petugas lapangan yang melakukan vaksinisasi juga memperoleh insentif sebesar Rp 25 ribu untuk satu kali vaksin.

Seperti halnya penyakit disebabkan oleh virus, vaksinisasi PMK pada ternak juga dilakukan 2 kali. “Insentifnys masuk langsung ke acount petugas. Tidak lewati kepala dinas ataupun kepala bidang,” ungkap Junaidy. (IR)

Komentar