Senangnya Puluhan Pedagang Kecil di Lombok Timur Terima Bantuan Modal dari Rachmat Hidayat

KabarNTB, Lombok Timur – Puluhan pedagang kecil di Kabupaten Lombok Timur, mendapat bantuan modal usaha melalui program PENA (Pahlawan Ekonomi Nusantara) dari Anggota DPR RI Dapil NTB 1 (Pulau Lombok) Fraksi PDI Perjuangan, Rachmat Hidayat.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan H Rachmat Hidayat, Sabtu 7 Oktober 2023 di Halaman Kantor Pos Unit Desa Sakra, Lombok Timur.

Bantuan PENA tersebut bersumber dari aspirasi dan wasilah Rachmat Hidayat sebagai Anggota DPR RI komisi VIII yang bermitra dengan Kementerian Sosial. Bentuknya berupa modal usaha pedagang kecil dan bakulan untuk memperkuat fondasi usaha mereka agar dapat berkembang maju. Pemerintahan Jokowi melalui Kemensos menyalurkan bantuan tunai dari program PENA sebesar Rp5 juta untuk masing-masing pedagang.

Penerima sebelumnya melalui proses rekrutmen calon penerima bantuan dan melalui assesment petugas PKH. Setelah ditetapkan sebagai penerima, mereka didampingi sekaligus dimonitor oleh petugas PKH agar penggunaan dana PENA tepat sasaran.

Kemiskinan di Lombok Timur
Penyerahan bantuan tersebut dihadiri Sekda Lombok Timur, Baiq Miftahul Wasli. Dalam sambutannya, Sekda memaparkan kondisi Lombok Timur yang merupakan kabupaten terluas dengan jumlah penduduk terpadat di NTB. Kondisi ini menjadikan isu kemiskinan sering menjadi pembahasan dan menjadi masalah dari periode ke periode.

Jumlah penduduk Lombok timur mencapai sekitar 1,3 juta jiwa. Menurut Sekda, tahun terakhir ini angka kemiskinan di Lombok Timur mulai menurun. Pada 2018 sekitar 17 persen, namun pada 2023 menurun menjadi 15,24 persen.

“Namun demikian penurunan itu rasanya melambat, karena dengan 15,24 persen kita di lingkup NTB berada pada angka di atas rata-rata provinsi, sehingga butuh kerja keras semua pihak bagaimana ke depannya angka ini bisa diturunkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan dari 1,3 juta penduduk Lombok Timur, sebanyak 971.337 jiwa atau 377,522 kepala keluarga (KK) terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan masih sekitar 123 ribu jiwa data administrasi dan kependudukan (Adminduk)-nya yang perlu diperbaiki.

“Sengaja saya sampaikan ini supaya dari pusat juga maklum dengan kondisi kita sehingga ada perhatian lebih nanti untuk menurunkan program di Lombok Timur,” katanya.

Baiq Miftahul Wasli menyampaikan terimaksih kepada Rachmat Hidayat maupun Kemensos yang telah menyalurkan bantuan ke Lombok Timur untuk mengentaskan kemiskinan melalui program PENA.

“Sangat bersyukur kesempatan hari ini ada dari pusat, baik dari DPR RI maupun kementerian datang membawa program yang dihajatkan untuk membantu masyarakat di Lombok Timur bagaimana bisa terentaskan dari kemiskinan,” timpalnya.

Dia berharap bantuan tersebut tidak hanya di Kecamatan Sakra namun dapat menyasar kecamatan lainnya di Lombok Timur. Dia yakin jika kemiskinan di Lombok Timur teratasi, maka masalah kemiskinan skala provinsi akan ikut menurun.
Sementara kepada warga penerima bantuan PENA, Sekda meminta agar dapat dimanfaatkan maksimal agar tujuannya untuk menekan angka kemiskinan dapat berhasil.

“Tentunya pengawalan juga menjadi penting agar bantuan dapat tepat sasaran,” tandasnya.

Banyak Bantuan Pusat
Kemensos RI yang diwakili Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, H. Suroto mengatakan program PENA merupakan salah satu program bantuan dari banyaknya program bantuan yang diturunkan pemerintah pusat.

Suroto mengatakan banyak sekali program pusat yang turun ke Lombok Timur baik untuk warga miskin maupun disabilitas.

“Ada yang dapat beras lewat Bulog, ada Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP). Alhamdulillah berkat bantuan ayahanda (Rachmat Hidayat) kita tahun ini dapat kuota tambahan kemarin,” sebutnya.

Dia berharap program tersebut dapat dimanfaatkan oleh penerima sebaik mungkin dan tidak digunakan untuk hal-hal lain yang tidak produktif.

Kadisos juga mengaku yakin keberadaan Rachmat Hidayat di DPR RI dapat membantu masyarakat Lombok untuk lepas dari jeratan kemiskinan.

“Saya yakin keberadaan ayahanda (Rachmat Hidayat) di pusat Insya Allah dapat membantu kita terutama yang betul-betul layak mendapatkan,” ujarnya.

Sementara Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat mengatakan sudah menjadi tugasnya sebagai perwakilan rakyat untuk mengusulkan bantuan dari pemerintah agar diturunkan ke masyarakat yang membutuhkan.

“Tugas saya hanya mengusulkan dan mengawasi. Jadi saya sudah usulkan, tidak apa-apa saya jadi pengemis demi rakyat. Ada proposal juga sudah masuk di Kemensos insya Allah juga segera terealisasi,” kata Rachmat yang didampingi oleh Ahmad Amrullah , Wakil Ketua II DPC PDI Perjuangan Lombok Timur.

Tokoh kharismatik di NTB ini mengatakan kepedulian dia kepada masyarakat di Lombok Timur, selain karena dia adalah wakil rakyat Dapil Lombok, juga karena Rachmat lahir dan besar di Lombok Timur, dan bahkan bersekolah di Sakra.

“Saya lahir di Lombok Timur, besar di Lombok Timur, sekolah juga di Sakra sini SMP dulu. Saya tahu semua ini,” kata dia.

Dia mengingatkan warga penerima bantuan untuk benar-benar memanfaatkan bantuan tersebut untuk menjadi modal berbisnis. Bahkan dia mengaku akan ikut mengawasi.

“Mudah-mudahan cita-cita kita insya Allah tercapai. Nanti bantuan lain akan saya ngomong sama menterinya. Kebetulan menterinya adalah teman saya,” kata Rachmat.

Senyum para Penerima Bantuan
Puluhan pedagang kecil, pedagang sembako dan pedagang bakulan mendapat masing-masing Rp5 juta. Penerima bantuan diwajibkan membawa identitas dan persyaratan administrasi lainnya.

Para petugas dengan cermat dan teliti memverifikasi calon penerima bantuan PENA yang telah mendapat bantuan tersebut.

Penerima bantuan PENA asal Desa Kabar, Sukmawati yang bekerja sebagai penjahit, mengucapkan terimakasih kepada Presiden Jokowi, Menteri Sosial dan Rachmat Hidayat yang telah memberi dan menyalurkan program bantuan PENA.

“Saya sujud syukur atas cairnya bantuan PENA untuk menambah modal usaha guna beli mesin jahit baru. Meskipun demikian saya akan tetap berkonsultasi dan didampingi petugas PKH,” katanya.

Penerima bantuan lainnya, Sarman asal Peresak mengaku sangat bahagia mendapatkan bantuan PENA tersebut. Dia akan menggunakan modal tersebut untuk mengembangkan usaha kerajinan tembolak (tudung saji).

“Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Insya Allah dana bantuan ini akan saya gunakan untuk memperbesar volume kerajinan tembolak sehingga keuntungan bisa bertambah. Terimakasih banyak Pak Rachmat yang telah membantu menyalurkan bantuan ini,” katanya.

Pemandangan cukup menyentuh juga terjadi saat penyerahan bantuan. Seorang wanita tua renta menangis dengan mata berkaca-kaca saat menerima penyerahan bantuan tersebut dari Rachmat Hidayat.(EZ/*)

Komentar