KabarNTB, Sumbawa Barat – Sektor pariwisata didorong menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pasca tambang. Hal ini sangat beralasan, karena potensi pariwisata yang sangat banyak untuk dikembangkan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Nurdin Rahman SE, menegaskan bahwa pariwisata bukan sekadar pelengkap, melainkan solusi strategis dalam menjawab kebutuhan ekonomi ke depan.
“Pariwisata itu penting, ini adalah alternatif ekonomi pasca tambang. Kita tidak berdiri sendiri, tetapi membangun klaster terpadu bersama sektor industri, pertanian, dan perikanan,” ujar Kadis Nurdin kepada media ini, Selasa, 21 April 2026.

Menurutnya, pendekatan klaster terpadu menjadi kunci agar setiap sektor saling menguatkan. Dalam hal ini, peran Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi vital sebagai ruang peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Masyarakat dilatih untuk mampu terlibat langsung dalam berbagai lini, mulai dari produksi hingga pelayanan wisata.
“Semua kita latih, karena ini satu kesatuan. Ini solusi ekonomi terpadu. Tinggal bagaimana pariwisata ini benar-benar kita dorong menjadi mesin pencetak pendapatan,” jelasnya.
Menariknya, konsep yang diusung bukanlah pariwisata berskala besar yang membutuhkan investasi tinggi, melainkan pariwisata kerakyatan yang tumbuh dari dan untuk masyarakat. Pendekatan ini dinilai lebih realistis sekaligus berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
“Tidak perlu yang megah. Pariwisata kerakyatan justru bisa menjadi mesin pendapatan dan solusi pengentasan kemiskinan,” tegas Nurdin.
Dengan model ini, masyarakat didorong untuk bergerak aktif—mengelola potensi lokal, membuka usaha kecil, hingga menciptakan produk berbasis kearifan lokal. Sementara pemerintah hadir sebagai pendukung melalui regulasi, pelatihan, dan fasilitasi.
Semangat kolaborasi inilah yang diharapkan mampu mempercepat pemulihan dan transformasi ekonomi daerah. Pariwisata tidak lagi sekadar destinasi, tetapi menjadi ruang hidup baru bagi masyarakat untuk bangkit dan mandiri.
“Ketika masyarakat bergerak dan pemerintah mendukung, pariwisata kerakyatan akan menjadi solusi nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(*)






