KabarNTB, Sumbawa Barat — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sumawa Barat, terus membuat terobosan dalam rangka percepatan pemeuhan target aktivitasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Salah satu terobosan tersebut adalah pelayanan aktivasi yang menyasar langsung masyarakat di lingkungan kerja mereka, salah satunya di PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN).
“Salah satu yang tengah kami siapkan adalah pelayanan di PT Aman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Kami telah menyurati perusahaan tersebut untuk membuka pelayanan aktivasi IKD bagi karyawan. Kami ingin masuk ke sana untuk membantu karyawan melakukan aktivasi IKD,” ungkap Kepala Dinas Dukcapil KSB, Ferial S.KM, kepada wartawan, Kamis 01 Oktober 2026.
Upaya Dukcapil menunjukkan bahwa pelayanan IKD mulai dikembangkan mengikuti tempat masyarakat beraktivitas. Setelah PT Aman, Dukcapil juga menyiapkan sasaran pelayanan ke sejumlah instansi lain, termasuk Polres dan Kodim.

Namun, pelaksanaannya tetap dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan agenda yang sedang berlangsung. Sementara untuk masyarakat yang belum melakukan aktivasi, pelayanan di kantor Dukcapil tetap berjalan.
Disamping itu, Petugas dari Dukcapil juga memanfaatkan berbagai event yang melibatkan masyarakat luas untuk memberikan pelayanan aktivasi IKD. Misalnya di event CFD yang digelar setiap akhir pekan di Kompleks KTC.
“Kehadiran petugas pada kegiatan di ruang publik dan titik pelayanan tertentu menjadi tambahan akses bagi warga yang membutuhkan bantuan dalam proses aktivasi.
Ferial menegaskan, fokus Dukcapil saat ini masih diarahkan pada peningkatan aktivasi IKD. Ia menyebut capaian sementara sudah cukup banyak, tetapi data terbaru masih dalam proses pemutakhiran sehingga belum dapat disampaikan sebagai angka final.
“Sekarang kami memang sedang fokus di IKD. Kita terus melakukan pelayanan dan menyisir tempat-tempat yang bisa dijangkau masyarakat,” imbuhnya.
Dengan pola tersebut, pelayanan IKD di KSB mulai bergerak lebih fleksibel. Aktivasi tidak hanya berlangsung ketika warga datang ke kantor, tetapi juga memanfaatkan ruang dan kegiatan yang memang sudah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.
Ferial, mengatakan pelayanan IKD tidak harus selalu dilakukan di kantor. Ketika terdapat kegiatan yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, petugas dapat membuka pelayanan agar warga bisa sekaligus melakukan aktivasi.
“Kalau ada pelayanan di Car Free Day, kita juga buka pelayanan IKD di sana. Jadi masyarakat yang datang bisa sekalian kita bantu melakukan aktivasi,” kata Ferial, Kamis 01 Oktober 2026.
Menurutnya, pola tersebut memberikan pilihan lain bagi masyarakat yang belum mengaktifkan IKD. Selain Car Free Day, pelayanan juga dapat dilakukan melalui kantor desa ketika Dukcapil mendapat kesempatan untuk turun langsung ke wilayah masyarakat.
“Kadang kita masuk ke kantor desa untuk pelayanan IKD. Jadi tidak harus semuanya datang ke dinas,” ujarnya.(*)

