KabarNTB, Sumbawa Barat – Puluhan ribu masyarakat Sumbawa Barat yang terdaftar sebagai pemilih mendatangi TPS di desa masing-masing untuk menggunakan hak pilih mereka dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang berlangsung Ahad, 25 Oktober 2026.
Pilkades serentak di Sumbawa Barat, dilaksanakan di 21 desa di 8 kecamatan dan diikuti oleh total sebanyak 61 orang calon kepala desa (Cakades).
Pilkades serentak Sumbawa Barat tahun ini juga mencetak sejarah karena menjadi Pilkades pertama di Provinsi NTB yang menggunakan sistem pemungutan suara elektronik (e-voting). Dengan sistem ini selain waktu menjadi lebih efisiem, suara pemilih yang rusak atau tidak sah yang sering terjadi dalam sistem konvensional (pencoblosan kertas suara) juga bisa dihilangkan (nihil).

Dengan demikian suara pemilih bisa tercover secara maksimal. Disamping itu jumlah TPS juga bisa diminimalisir menjadi hanya satu TPS per desa.
Pantauan di sejumlah desa yang melaksanakan Pilkades di Kecamatan Poto Tano, Ahad pagi, warga sudah mulai berkumpul memadati Tempat Pemungutan Suara (TPS) sejak pukul 07.00 Wita. Oleh Petugas KPPS, Warga diminta mengantri lalu masuknsatu persatu ke TPS. Petugas KPPS kemudian meminta surat undangan memilih dan KTP dari setiap wajib pilih. Setelah datanya sesuai dengan database pemilih terdaftar, pemilih kemudian diberikan kartu berisi chip untuk selanjutnya diarahkan ke bilik suara.
Kartu berisi chip kemudian dimasukkan ke perangkat kecil oleh petugas lain dan pemilih bersangkutan dipersilahkan masuk ke bilik suara untuk memilih calon yang diinginkannya. Usai memilih perangkat akan secara otomatis mengeluarkan kertas mirip resi yang kemudian dimasukkan pemilih ke dalam kotak kaca yang diberi label ‘Kotak Audit e-voting’. Setelah itu pemilih mencelupkan jadi ke dalam tinta yang sebagai penanda telah menggunakan hak pilih. Seluruh proses mulai dari penccocokan data pemilih oleh petugas sampai dengan pemilih selesai menggunakan hak suaranya membutuhkan waktu tidak lebih dari dua menit, bahkan kuran.
Beberapa pemilih yang ditemui di TPS Desa Tambak Sari mengaku tidak kesulitas ketika menggunakan hak pilihnya. “Saya tidak pernah menggunakan HP (gadget) tapi alhamdulillah tidak kesulitan ketika memilih, karena tinggal klik dan selesai,” ungkap seorang pemilih.
Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Tambaksari, Rahmad Hidayat yang ditemui di lokasi, mengatakan rata-rata pemilih tidak mengalami kesulitan ketika berada di dalam bilik suara, karena sebelumnya telah mengikuti kegiatan sosialisasi e-voting yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama PPKD.
“Memang ada beberapa pemilih Lansia (lanjut usia) yang mengalami kesulitan. Tetapi bukan karena masalah perangkat, lebih karena faktor usia. Untuk pemilih seperti ini termasuk yang sakit atau penyandang disabilitas, bisa didampingi oleh orang yang dipercaya (oleh pemilih) deang terlebih dahulu mengisi form yang telah disiapkan di TPS,” urai Rahmad.
Sampai dengan berakhirnya waktu pemungutan suara Pukul 15.00 wita, secara umum situasi berlangsung kondusif. Saat berita ini diterbitkan, petugas KPPS di setiap TPS sedang mempersiapkan pengumuman perolehan suara.(*)


