Rabies Jangkiti Ternak Warga di Sumbawa, Eliminasi HPR Diintensifkan

KabarNTB, Sumbawa – Kasus penyakit anjing gila (Rabies) kembali mencuat di Kabupaten Sumbawa. Kali ini penyakit yang ditularkan melalui gigitan hewan pembawa rabies (HPR) itu ditemukan menjangkiti hewan ternak milik warga di Kecamatan Empang.

Berdasarkan data dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa, di Desa Jotang Beru dan Gapit Kecamatan Empang ditemukan dua ekor sapi fsn satu ekor kambing positif terjangkit Rabies.

Sapi dan kambing itu mengalami gigitan HPR pada bulan Juni – Juli 2019.

Munculnya kembali kasus Rabies setelah sempat reda beberapa waktu, membuat pemerintah daerah setempat melalui dinas terkait melakukan berbagai upaya penanganan untuk mengantisipasi tidak menyebarluas ke wilayah lain.

Ilustrasi anjing terjangkit rabies (net)

Kecamatan Empang dan Tarano sebelumnya juga telah dimasukkan sebagai zona ring satu dalam kasus rabies.

“Salah satu upaya kita dengan memberikan kompensasi bagi masyarakat yang mengeliminasi secara swadaya HPR. Selama periode ini jumlah HPR yang dieleminasi mencapai 50 ekor,” ungkap Sekretaris Disnakeswan Kabupaten Sumbawa, Abdul Murad, Selasa 27 Agustus 2019.

“Kegiatan eliminasi di lakukan dengan tiga cara yaitu mengunakan racun, penembakan oleh Perbakin dan bagi masyarakat yang berhasil membunuh anjing liar (HPR) akan di beri kompensasi. Point 3 hanya berlaku pada ring satu, Rp 50 ribu per ekor nya,” imbuhnya.

Terhadap ternak yang terjangkit rabies, Disnakeswan mengumbau agar tidak di potong karena tdk aman untuk dikonsumsi.

Dikatakan Abdul Murad, sebagai ring satu kasus rabies, kecamatan Empang dan Tarano menjadi fokus tindakan eliminasi dan vaksinasi hewan peliharan HPR.

“Rabies adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan anjing atau HPR yangg mengidap virus rabies. Karena itu Dinas Peternakan lagi fokus melakukan kegiatan eliminasi terhadap anjing liar dan vaksinasi terhadap anjing peliharaan pada zona ring 1,” jelasnya.

Abdul Murad menyatakan, mengatasi kasus rabies, butuh komitmen seluruh komponen masyarakat.

“Mohon doa agar wabah Rabies yang sudah terjangkit di pulau sumbawa cepat teratasi,” harapnya.

Ia mengimbau seluruh masyarakat agar jika ada kasus gigitan baik itu kepada ternak maupun kepada manusia agar segera melapo ke UPT Peternakan setempat dan kepada Puskesmas untuk mendapatkan SAR (Serum Anti Rabies) dan VAR (Vaksin Anti Rabies).

Sementara itu, hasil uji laboratorium yang dilaksananakan Disnakeswan di BBVet Denpasar, sebanyak 37 ekor HPR (anjing) di wilayah ring 1, positif rabies. Sedangkan total kasus gigitan HPR pada manusia sebanyak 195 kasus.(JK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses