Jalur Pelayaran Badas Sumbawa – Tanjung Perak Surabaya Resmi Beroperasi

KabarNTB, Sumbawa – Pelayaran Perdana Long Distance Fery (LDF) KM Swarna Bahtera dari Pelabuhan Badas Sumbawa ke Tanjung Perak Surabaya, dilepas Gubernur NTB bersama Dirut PT ASDP dan Bupati Sumbawa, Ahad 28 September 2019.

Pelayaran perdana ini ditandai dengan penandatangan MOU dan bunyi sirine dari KM Swarna Bahtera dan sejumlah kapal kecil lainnya serta disaksikan oleh ratusan masyarakat dan pejabat, baik Pemerintah Provinsi NTB maupun Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Di pelayaran perdana ini, KM Swarna Bahtera dinakhodai putra asli NTB Kapten Abdul Rasyid. Dibukanya jalur pelayaran ini merupakan ikhtiar bersama antara Pemprov NTB dan Pemda Sumbawa sebagai salah satu langkah progresif mewujudkan konektivitas antar wilayah. Sehingga diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumbawa.

“Pelayaran yang memakan waktu sekitar 25 jam dan dengan biaya murah juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan pariwisata pulau Sumbawa,” ungkap Gubernur H Zulkieflimansyah.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, bersama Dirut PTASDP Ira Puspadewi dan Bupati Sumbawa HM Husni Djibril menggunting pita tanda dimulainya pelayaran perdana LDF KM Swarna Bahtera dari Pelabuhan Badas Sumbawa menuju Tanjung Perak Surabaya

Gubernur NTB, menyampaikan pelayaran fery ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat di Pulau Sumbawa. Menurutnya, kehadiran pelayanan ini harus mampu menciptakan pasar yang prospektif bagi kemajuan daerah. Sehingga ekonomi masyarakat terus bergerak maju dan meningkat. Kehadiran pelayaran ini juga katanya untuk memberikan solusi alternatif bagi arus transportasi yang ada melewati pelabuhan lembar, yang jumlahnya mencapai 500 truk per hari.

“Apapun yang kita lakukan yang diniatkan untuk kebaikan, maka alam akan berkonspirasi untuk mewujudkannya,” ungkapnya.

Gubernur berharap agar kapal ini tidak kosong. Namun harus diisi dengan seluruh hasil produksi masyarakat Pulau Sumbawa. “Lombok maju, Sumbawa maju, NTB Gemilang bukan hanya wacana,” tegasnya.

Dirut PTASDP, Ira Puspadewi menyampaikan, proses diskusi yang dilakukan oleh jajarannya bersama pemerintah provinsi NTB dan kabupaten Sumbawa hanya berlangsung dua bulan. Sehingga, berkat kerja cepat Gubernur dan bupati, pelayaran perdana Kapal Fery KM Swarna Bahtera bisa dilakukan dengan sukses.

“Satu kapal ini katanya pasti tidak cukup. Namun, akan dihadirkan lagi kapal-kapal lain, asal marketnya bisa dibuat,” ucapnya.

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril, menyatakan pelayaran ini telah lama dinanti oleh masyarakat. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang intens melakukan komunikasi dengan Dirjen perhubungan laut Kementerian Perhubungan RI.

“Apa yang dihajatkan ini, sejalan dengan ikhtiar kabupaten Sumbawa, mewujudkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia mengungkapkan rasa bangga dan bahagia serta rasa hormat kepada gubernur. Sebab, apa yang dilakukan Gubernur sesungguhnya mengurangi bebannya sebagai bupati.

“Hampir setiap saat dimarahi, khususnya pengusaha lokal, karena dianggap kelalaian bupati. Kalau masa panen tiba, mereka menunggu hingga dua puluh hari. Jadi dibukanya rute pelayaran ini disambut antusias masyarakat,” pungkasnya.(JK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses