KabarNTB, Sumbawa Barat – Dalam rangka memulai proses konstruksi proyek smelter, Presiden
Direktur PT Amman Mineral Industri (PT AMIN) melakukan pertemuan dengan Gubernur Nusa
Tenggara Barat (NTB) dan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Pertemuan yang dilakukan secara
terpisah tersebut membicarakan tahapan konstruksi dan kebutuhan tenaga kerja.
Pelaksanaan konstruksi proyek smelter berkapasitas input 900 ribu ton konsentrat tembaga ini
dilakukan oleh PT Pengembangan Industri Logam (PT PIL Indonesia), yang telah menandatangani
kontrak dengan PT AMIN pada Desember 2021 lalu.
Presiden Direktur PT AMIN, Rachmat Makkasau,
menjelaskan bahwa fokus pada enam bulan pertama adalah pembangunan fasilitas akomodasi untuk
karyawan dan fasilitas pendukung proyek.
“Untuk pembangunan tahap awal ini dibutuhkan sekitar 100 tenaga kerja. Berikutnya kebutuhan
tenaga kerja untuk tahap konstruksi akan bervariasi seiring dengan perkembangan proyek, di mana
penyerapan karyawan diperkirakan adalah sekitar 2.700 orang pada proses konstruksi. Angka ini
tentunya akan bervariasi sesuai dengan perkembangan proyek dan tentunya akan menurun
menjelang akhir konstruksi yang ditargetkan selesai di akhir tahun 2023,” jelas Rachmat.
Gubernur Provinsi NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., mengapresiasi perkembangan proyek
smelter yang telah disampaikan.
“Hal ini merupakan berita yang sangat baik bagi kita semua
khususnya masyarakat Nusa Tenggara Barat. Proyek ini akan membuka kesempatan kerja baru dengan
memprioritaskan tenaga kerja lokal di wilayah Nusa Tenggara Barat,” ujar Zulkieflimansyah.
Sementara itu, Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M., memastikan bahwa Pemerintah KSB akan
bekerja secara erat dengan PT PIL Indonesia dan AMMAN untuk memastikan proses rekrutmen
berjalan dengan lancar.
“Kami akan memastikan ketersediaan tenaga kerja yang terampil dan juga
melalui proses penerimaan karyawan yang transparan guna mendapatkan tenaga kerja sesuai dengan
kualifikasi yang dibutuhkan untuk proses konstruksi tersebut,” papar Musyafirin.
Proses rekrutmen akan dilakukan melalui berbagai tahapan, dengan mempertimbangkan beberapa
kriteria utama, antara lain keterampilan, jejak rekam, serta tes kesehatan. Proses rekrutmen akan
dilakukan berdasarkan ketentuan dan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, serta tahapan dan
jumlah rekrutmen akan disesuaikan dengan kebutuhan dan fase proyek.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan dari Pemerintah Provinsi NTB dan KSB. Kami terus
berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan Smelter dan PMR sesuai dengan peraturan
pemerintah dan undang-undang termasuk dalam hal perekrutan tenaga kerja lokal. Dukungan dari
pemerintah pusat dan daerah, mitra bisnis, dan juga masyarakat sekitar sangat menentukan
kelancaran proyek ini, agar bisa selesai tepat waktu. Mari kita terus bersinergi,” tutup Rachmat.
Tentang AMMAN
AMMAN merupakan grup perusahaan penambangan dan pengolahan tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia. Grup
AMMAN di antaranya terdiri dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) yang mengoperasikan tambang Batu Hijau
serta PT Amman Mineral Industri (PT AMIN) yang membangun dan mengoperasikan fasilitas smelter. Sejak mengakuisisi
tambang Batu Hijau di tahun 2016, AMMAN berhasil melakukan transformasi secara signifikan untuk menjadikan operasi
pertambangan lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Mulai November 2020, AMMAN secara resmi memperkenalkan
logo dan visi misi perusahaan yang baru, demi mendorong inovasi dan mewujudkan diri sebagai organisasi transformatif
yang menciptakan warisan terbaik.(*)
