KabarNTB, Sumbawa – Kapolres Sumbawa, AKBP. Esty Setyo Nugroho, menegaskan, untuk memajukan Sumbawa tidak cukup dengan berharap dan berdoa saja. Tapi juga membutuhkan ikhtiar.
“Memang sebelumnya beredar di Medsos pernyataan “Sumbawa dapat apa?”, pasca event WSBK di Mandalika. Saat ini, Kabupaten Sumbawa diberikan event MXGP. Terus pertanyaannya sekarang, kita yang ada di Sumbawa berbuat apa untuk MXGP ini,” ucap Kapolres di acara Bincang Gemilang Road To MXGP di halaman istana Dalam Loka, Sumbawa, Rabu pagi 30 Maret 2022.
Kapolres yakin, semangat semua pihak sama, yakni memajukan Sumbawa. Untuk itu semua pihak punya tanggungjawab yang sama untuk menjaga Kamtibmas. “Karena itu yang utama. Sebuah event tidak akan bisa dilaksanakan dengan baik, jika ada gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Bicara kamtibmas, kata dia, bukan hanya bicara terkait pelaku tindak pidana saja. Juga berbicara mengenai potensi gangguan gangguan kamtibmas lainnya yang akan muncul.
Dicontohkan, panen raya jagung akan dilaksanakan pada Mei hingga Juni nanti. Tentu ini juga ada kaitannya dengan event MXGP. Seperti mobilisasi pengiriman jagung melalui pelabuhan. Dimana Sumbawa hanya memiliki satu pelabuhan, Otomatis akan berdampak pada arus pengiriman logistik MXGP.
“Apalagi akan ada hotel terapung yang akan ditempatkan di pelabuhan yang sama. Karena itu, perlu dilakukan koordinasi dan komunikasi untuk mencari solusi setiap persoalan yang akan terjadi sehingga nanti tidak saling menyalahkan,” imbuhnya.
Berkaca pada MotoGP di Lombok Tengah, capaian vaksinasi juga menjadi pra syarat dan pertimbangan dalam pelaksanaan event, sehingga pihaknya bersama Kodim 1607/Sumbawa terus mendorong upaya vaksinasi. Jangan sampai muncul kekhawatiran para pengunjung yang datang, pulang membawa penyakit.
Rekayasa lalu-lintas selama event berlangsung juga sangat penting. Sirkuit Mandalika dengan empat akses masuk dan keluar menuju lokasi masih terjadi kemacetan yang luar biasa. Apalagi jalur Samota di Sumbawa, hanya ada satu akses keluar masuk.
“Karena itu, akan dilakukan penyekatan mulai dari titik luar menuju Kota Sumbawa. Tentunya ada masyarakat yang merasa tidak nyaman dengan penyekatan ini. Karena itu, diharapkan pengertian dan dukungan dari masyarakat,” timpalnya.
Kapolres mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Sumbawa sebelum, pada saat dan sesudah gelaran MXGP. Karena, apabila terjadi konflik akan menjadi penilaian penyelenggara dan peserta nantinya sehingga bisa berdampak pada kelanjutan event tersebut kedepan.
Event MXGP kan beelangsung tiga hari. Kesempatan ini harus digunakan sebaik-baiknya untuk mengenalkan Kabupaten Sumbawa. Agar pengunjung bisa merasakan kesan yang baik. Sehingga bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Jadi sekarang, pertanyaannya bukan lagi Sumbawa dapat apa. Tapi apa yang bisa dilakukan oleh Sumbawa dalam waktu 2 bulan untuk suksesnya event MXGP ini,” pungkas Kapolres.(JK)







