Sumbawa Besar, KabarNTB
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal akan meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi keringanan atau relaksasi eksport konsentrat kepada PT Aman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT).
“Kami akan meminta Kementerian ESDM memberikan relaksasi ekspor konsentrat untuk jumlah dan waktu tertentu sebagai upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi NTB,” kata Gubernur Iqbal.
Sebelumnya, permintaan serupa disampaikan oleh Mendagri, Tito Karnavian.
Menurut Tito ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi NTB yang pada Kuartal I 2025 mengalami kontraksi sebesar 1,47%.
Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Nasaruddin Umar dalam suratnya kepada Menteri ESDM mengatakan 80 persen pendapatan daerah Sumbawa Barat bergantung pada sektor tambang.
Sementara itu Pengamat Pertambangan, Ferdy Hasiman mengatakan kebutuhan akan menjaga perekonomian suatu daerah merupakan tanggung jawab bersama, karena bagaimanapun perlambatan ekonomi suatu daerah akan berdampak pada pertumbuhan nasional karena sifatnya agregat.“Perlu ada solusi yang ditawarkan pemerintah. Desakan publik untuk menjaga stabilitas ekonomi NTB harus diutamakan ketimbang mempertahankan peraturan hilirisasi yang kaku dan kurang relevan dengan kondisi saat ini,” kata Ferdy.
“Ini membutuhkan kebijaksanaan pemerintah pusat untuk menyeimbangkan cita-cita hilirisasi dengan realitas lapangan,” tambah Ferdy.
Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, kontraksi ekonomi di wilayah ini sebagian besar disebabkan oleh sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami penurunan hampir 30,14 persen saat ekspor konsentrat dihentikan. Padahal, sektor tersebut menyumbang lebih dari 20 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB. (IR)

