KabarNTB, Sumbawa Barat – Pemda Sumbawa Barat menutup tahun dengan pelaksanakan mutasi pejabat pimpinan tinggi pratama dan struktural, pada hari terakhir kerja di tahun 2022, Jum’at 30 Desember 2022.
Namun mutasi yang meliputi pejabat eselon II, III dan IV itu kental bernuansa ‘orang dekat’. Itu terlihat dari jabatan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang dipercayakan kepada Ari Hadiarta. Ari Hadiarta adalah adik kandung Sekda KSB, Amar Nurmansyah.
Ari yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), menggantikan H Syamsul Kamil yang memasuki masa pensiun.
Karir Ari sebagai PNS sangat moncer. Sejak Lulus sebagai PNS dan diangkat pada tahun 2005, ia telah memegang sejumlah jabatan strategis, diantaranya Kabid Fisik di Bappeda dan Sekretaris Dinas Perhubungan sebelum dipercaya menjabat sebagai Sekretaris BPKD. Jabatan Sekretaris BPKD hanya diduduki Ari kurang dari dua tahun sebelum ia dilantik sebagai Kepala Bapenda hari ini.
Dalam seleksi pengisian jabatan Kepala Bapenda beberapa waktu lalu, Ari masuk tiga besar bersama dua orang PNS yang jauh lebih senior, yakni Taufiq Dirjawijaya yang saat ini menjabat Sekretaris Bappeda dan Sri Ayu Idayani yang sekarang menjabat sebagai Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah.
Dua nama terakhir juga tergolong berpengalaman dalam bidang keuangan karena sama-sama pernah menjabat sebagai Kabid maupun Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sebelum berubah nomenklatur menjadi BPKD dan Bidang Pendapatan dipecah menjadi OPD sendiri (Bapenda). Tetapi dalam konteks karier, dewi fortuna nampaknya lebih berpihak kepada Ari Hadiarta dibanding mereka.
Selain Ari, dalam mutasi yang dilaksanakan di Loby Kantor Sekretariat Daerah di KTC itu, ada pula Hj Hanipah Musyafirin yang dilantik menjadi Kepala Bidang Perindustrian di Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag). Hj Hanipa yang merupakan istri Bupati KSB, HW Musyafirin, sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda pada dinas terkait.
Dari daftar nama pejabat yang dilantik, ada beberapa nama lain yang masuk dalam kategori ‘orang dekat’ ikut dimutasi dan mendapat promosi menjadi kepala bidang.
Total sebanyak 71 orang pejabat yang masuk gerbong mutasi dimaksud. Sementara tiga pejabat lainnya yang mendapat promosi naik ke eselon II adalah Noto Karyono, mantan Kabag Pemerintahan Setda menjadi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Ibrahim mantan Sekretaris Dinas Arpusda yang dilantik menjadi Kepala Dinas Kominfo dan Ns Kamaluddin mantan Sekretaris yang dipercaya menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Hal lain yang menarik dari mutasi kali ini adalah ketidakhadiran Wakil Bupati Fud Syaifuddin. Belum ada pernyataan resmi mengenai hal itu. Tetapi ini merupakan kali kedua Wabup Fud Syaifuddin tidak hadir di pelaksanaan mutasi. Ketua DPC Nasdem tersebut, juga tidak hadir pada pelaksanaan mutasi pada September lalu.
Bupati HW Musyafirin dalam sambutannya, menyatakan mutasi itu merupakan bagian dari upaya agar di tahun mendatang, dengan perangkat dan sunber daya yang baru, OPD dan umumnya Daerah akan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Saya mengucapkan selamat kepada pejabat eselon II yang dilantik, ini merupakan keputusan yang sangat sangat berat. Ingat bahwa yang sukses adalah yang mampu membangun kerja kolaboratif. Bukan hanya dengan staff tetapi dengan lintas sektor. Semakin mampu kita organisir berbagai pihak, semakin unggul kinerjanya,” pesan Bupati.(EZ)

